Diundur, Vaksinasi di Pamekasan Dipastikan Datang Terlambat

  • Whatsapp
(FOTO:  KM/MOH RAZIN) DIRAPATKAN: Forkopimda menggelar koordinasi pelaksanaan vaksinasi di Sumenep.

 

KABARMADURA.ID, SUMENEP, PAMEKASAN Dua kabupaten di Madura, Sumenep dan Pamekasan sudah memastikan kebutuhan vaksin Covid-19 untuk pendistribusian tahap pertama.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Sumenep mengajukan 3.415  vaksin dan Pamekasan sebanyak 3.080. Semua vaksin itu nantinya akan dialokasikan untuk tenaga kesehatan (nakes) dan sebagian masyarakat.

Vaksin rencananya akansampai di Sumenep antara 14 atau 15 Januari 2020, begitupun di Pamekasan.Sayangnya, Dinkes Pamekasan mengkonfirmasi bahwa vaksinasinya tidak bisa dilaksanakan pada 14 Januari 2020, melainkan pada Maret mendatang.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep menyiapkan tenaga vaksinator sebanyak 150 hingga 300 orang. Mereka nantinya yang bertugas melakukan vaksinasi Covid-19.

Proses vaksinasiakan dilakukan secara bertahap, yang dimulai dari nakes. Tahap selanjutnya adalah yang ada di pelayanan publik, termasuk TNI-Polri dan tahap ketiga adalah masyarakat yang rentan terjangkitCovid-19.

Dari total 3.415 orang yang diajukan Dinkes Sumenep untuk divaksin, berasal dari unsur nakes sebanyak 2.726 orang. Mereka tersebar di berbagai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas),kemudian 128 pegawai Dinkes, 387 nakes di RSD Moh. Anwar, 113 orang nakes di RSI Kalianger dan 61 orang nakes RS Esto Ebu.

Sedangkan jatah vaksin untuk Pamekasan yang dikhususkan untuk nakes sebanyak 3.080 vaksin. Mereka jadi objek pertama vaksinasi, karena  berada digarda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan  Ahmad Marsuki mengatakan,vaksinnya dilakukan setelah dikirim Pemerintah Provinsi Jawa timur.

Secara teknis, Kepala Bidang P2P Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto menjelaskan, vaksinasi dikalukan dalam empat gelombang. Gelombang pertama dikhususkan untuk nakes, gelombang kedua untuk petugas pelayanan publik, gelombang ketiga akan diberikan kepada pelaku ekonomi produktif, sedangkan gelombang keempat untuk masyarakat rentan lainnya.

Dinkes sudah menyiakan 372 orang untuk menjadi vaksinator. Diperkirakan, vaksin akan diterima Pamekasan pada Februari 2020.

“Sasaran Vaksinasi Covid-19 adalah kelompok rentan yang berusia 18-59 tahun,  dengan pemberian secara bertahap, kelompok diatas 60 tahun akan divaksin setelah tersedia data pendukung keamanan yang cukup, dan disetujui oleh BPOM,”tukasnya.

Sedangkan Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengimbau agar warga Sumenep tidak meragukan program vaksinasi Covid-19. Meski begitu, tidak semua jajaran Forum Koorsinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep bisa divaksin lantaran beberapa alasan.

Bupati Busyro adalah salah satu yang tidak bisa divaksin di tahap pertama tersebut. Pada tahap pertama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil kebijakan membatasi usia seseorang yang divaksin, yakni hanya usia 18 hingga 59 tahun.

Vaksinasi itu, jelasnya, dalam usaha menekan angka penyebaran Covid-19. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu negatif tentang fungsi vaksin.

“Kalau ada petunjuk saya dengan usia saya di atas 60 bisa, maka saya tentunya bersedia,” kata Busyro, Senin (11/1/2020).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim keamanan untuk memgawal secara ketat vaksin yang datang.Meski sudah ada vaksin, kata dia, warga Sumenep tetap harus mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes), yakni mengenakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Sementara dari perwakilan jajaran Forkopimda yang siap divaksin adalah Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep Letkol Inf. Nurcholis.

“Tentunya untuk meyakinkan masyarakat saya sendiri siap divaksin duluan,” paparnya.(ara/rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *