oleh

Divonis 15 Tahun Penjara, Keluarga Korban Pembunuhan di Galis Banding

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan dirasa kurang adil bagi keluarga korban pembunuhan di Galis. Keluarga korban merasa kecewa atas vonis dari Jaksa yang dijatuhi hukuman hanya 15 tahun penjara. Padahal Ayah korban pembunuhan itu Farid Faisal merasa bahwa kejadian itu merupakan pembunuhan berencana.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tersangka dengan tuntutan 20 tahun penjara, namun majelis hakim memutuskan 15 tahun penjara dengan alasan tersangka tidak pernah dihukum sebelumnya, mengakui kesalahannya serta menyesali perbuatannya.

“Padahal itu jelas-jelas pembunuhan berencana, bukan dengan sengaja. Seharusnya minimal 20 tahun penjara” katanya dengan nada kesal.

Farid tidak terima dengan putusan hakim tersebut, sebab menurutnya, pasal yang dijatuhkan terhadap tersangka adalah pasal 340. Pembunuhan yang menewaskan anaknya itu adalah pembunuhan berencana dan itu sudah dibacakan oleh hakim.

“Kami sangat tidak terima, karena itu pasalnya 340 yang seharusnya minimal hukumannya 20 tahun penjara. Ini kenapa turunnya sampai ke 15 tahun,” tegasnya.

Dia mempertanyakan pada hakim bahwa itu seharusnya minimal 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati. Karena dinilai janggal atas putusan itu, pihaknya akan melakukan upaya hukum  kasasi sebagai bentuk keberatannya terhadap putusan majelis hakim tersebut.

“Kalau tidak masuk ke pasal 340 kenapa dipasang pasal 340? meski ke ujung dunia pun akan kami kejar dan akan kami upayakan, karena ini pembunuhan berencana,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PN Bangkalan M. Baginda Rajoko Harahap menjelaskan, bahwa pasal yang dikenakan tersangka dalam menjatuhkan vonis itu tentunya sudah sesuai dengan hasil fakta di persidangan.

Katanya, banyak faktor yang dijadikan pertimbangan sehingga berkurang dari tuntutan yang dibacakan oleh JPU. Seperti berperilaku baik, belum pernah tersandung kasus, menyesali kesalahan dan banyak lagi alasan yang lain.

“Sesuai itu sesuai dengan peranan masing-masing. Pasti pertimbangannya itu sangat banyak kenapa hukumannya harus itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia memperkenankan keluarga korban untuk melakukan banding atau kasasi jika tidak puas dengan hasil itu. Jatuhan hukuman yang tidak seperti awal itu, banyak faktor yang mempengaruhi untuk pengurangan hukuman.

“Tingkat penyesalan dan pengakuan tersangka juga menjadi pertimbangan,” tandasnya.

Diketahui, Kasus pembunuhan terhadap Mudassir di Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, sudah diputus. Kedua tersangka yakni Muhammad Jefri dijerat 15 tahun penjara dan Abd Aziz 12 tahun.

Kedua terdakwa atas perkara pembunuhan pada bulan April 2020 sebelumnya dijerat pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Dimana Muhammad Jefri dituntut 20 penjara dan Abd Aziz 17 hukuman penjara. Namun, saat persidangan putusan, masing-masing tersangka hukuman dikurangi 5 tahun. (ina/mam)

Komentar

News Feed