Divonis 20 Tahun, Terdakwa Sabu 19 Kg Ajukan Banding

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) DIVONIS: Terdakwa kasus sabu 19 kg akhirnya divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sampang, Rabu (06/05/2020).

Kabarmadura.id/Sampang-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sampang, Rabu (6/5/2020) menjatuhi hukuman 20 tahun penjara terhadap terdakwa kasus dugaan sindikat narkoba, Ahmad Sakur. Warga Dusun Karang, Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan ini sebelumnya didakwa menyelundupkan 19 kilogram narkoba jenis sabu dari jaringan Malaysia pada Agustus 2019.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Anton Zulkarnaen menyatakan, terdakwa sudah divonis oleh hakim. Vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni penjara seumur hidup.

Bacaan Lainnya

Menyikapi putusan dari majelis hakim tersebut, dirinya saat ini  masih pikir-pikir terhadap putusan itu. Hal itu karena putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa dan menyangkut perkara sabu 19 kilogram dengan jaringan internasional.

“Majlis hakim memutus terdakwa Sakur ini  hukuman 20 tahun penjara dengan denda Rp6 miliar subsider 6 bulan kurungan. Kami (JPU, red) masih pikir-pikir,” ungkap Anton Zulkarnaen.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Moh Hasan menilai putusan majelis hakim itu tidak berpihak terhadap kliennya, karena sudah memposisikan kliennya sebagai pengedar narkoba.

Padahal menurutnya, sejauh ini kliennya tidak pernah merasa menjadi pengedar narkoba. Tetapi dalam persidangan itu malah diposisikan sebagai pengedar narkoba. Selain itu, Hasan mempertanyakan  pihak ekspedisi yang tidak diikutsertakan dalam perkara itu. Menurutnya, hal itu jelas sangat tidak adil.

“Kami akan segera ajukan sikap untuk banding karena ini jelas ketidakadilan dalam putusan perkara. Klien kami disudutkan sebagai pengedar narkoba,” singkatnya. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *