Diwajibkan Isolasi, Bantuan Sembako Warga Bangkalan Tersendat di Pelelangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) WIBAGYO: Kepala Dinas Sosial Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Dalam situasi darurat, di mana sebagian warga Bangkalan dilarang bisa keluar rumah karena isolasi mandiri, suplai bantuan pangan untuk warga terdampak wabah Covid-19 itu belum berjalan.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menganggarkan Rp650 juta untuk pembelian sembako, tetapi belum juga selesai dibelanjakan, lantaran masih harus memasuki proses lelang.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya Nailul Marom mengaku belum dapat bantuan suplai pangan dari Pemkab Bangkalan. Padahal dia mendapat informasi beberapa hari lalu sudah dijanjikan akan diberikan secepatnya.

“Beberapa hari lalu, bupati sendiri yang berjanji akan menjamin kebutuhan pangan kami,” kata Marom.

Kondisi masyarakat, imbuh Marom, memang sangat mengharapkan bantuan tersebut. Sehingga mereka tetap bisa tertib melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara masyarakat masih mematuhi kebijakan isolasi mandiri tersebut.

Tetapi jika nanti kebutuhan pangan mereka habis, namun bantuan belum juga datang, maka bukan tidak mungkin warga akan keluar belanja dan menyiapkan kebutuhan pangannya.

“Kalau kelamaan warga nanti pasti tetap akan keluar rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagyo mengaku pemerintah sudah menjamin kebutuhan pangan warga yang isolasi mandiri di 4 kecamatan, yakni Bangkalan, Arosbaya, Geger dan Klampis, agar mereka tetap melakukan isolasi mandiri.

“Kami sudah anggarkan, tapi memang belum bisa didistribusikan,” ulasnya.

Sedangkan anggaran Rp650 juta yang disiapkan, dialokasikan untuk bantuan sembako pada warga yang terdampak wabah Covid-19. Tetapi karena nilai dananya besar, maka harus melalui sistem lelang terlebih dahulu.

Pihaknya sedang mengupayakan kepada bidang pengadaan agar menggunakan sistem tunjuk untuk menentukan pihak k tiga dalam urusan tersebut. Sebab, kondisinya memang tengah darurat.

“Kami akan coba mengkomunikasikannya lagi, setidaknya agar prosesnya lebih cepat,” paparnya.

Untuk sementara, pihaknya tengah melayangkan surat kepada beberapa perusahaan di Bangkalan untuk membantu suplai sembako pada warga terdampak Covid-19.

Dalam jangka waktu dekat dipastikan akan tersedia sebanyak 400 paket sembako. Bantuan itu akan diberikan kepada warga berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa ataupun kecamatan.

“Nanti pembagiannya juga melalui data dari desa dan kecamatan, agar tidak salah sasaran,” pungkas Wibagyo. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *