oleh

DKBP3A Bangkalan Pastikan Sudah Minta Tambahan Anggaran Penanganan Kekerasan Seksual

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Minimnya nggaran penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bangkalan yang hanya digelontorkan per tahun, mulai membuka mata legislatif bahwa nominal itu sangatlah tidak. Sementara, tanggung jawab penanganannya cukup berat, mulai mencegah hingga rehabilitasi.

Tidak hanya lantaran masalah refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, sebab pada tahun 2019 lalu, anggarannya juga minim. Kegiatan untuk pendampingan korban kekerasan di tahun 2019, hanya disetujui senilai Rp18 juta dalam setahun. Namun pada tahun 2020, justru semakin turun menjadi Rp10,5 juta.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Aminah Rachmawati mengaku, selama ini pihaknya telah mengajukan penambahan anggaran.

“Kalau usulan, kami sudah mengusulkan,” katanya.

Sepanjang tahun 2020 ini, kekerasan seksual yang terungkap di Bangkalan dan harus ditangani sebanyak 13 kasus. Dia enggan menyebut nominal penambahan yang diajukan, bahkan Aminah juga mengaku tidak tahu apakah pimpinannya, dalam hal ini kepala daerah Bangkalan, akan menerima atau tidaknya.

“Saya no coment, keputusan ada di pimpinan, yang terpenting saya sudah melakukan usaha,” tuturnya.

Berdasarkan data DKBP3A Bangkalan,  kekerasan seksual yang terdeteksi di Bangkalan  pada tahun 2017 mencapai 31 kasus, 2018 terdapat 20 kasus, 2019 ada 26 kasus, kemudian 2020 ini sudah ada 13 kasus.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan berjanji, usulan penambahan anggaran penanganan korban kasus pelecehan seksual itu akan diprioritaskan pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar nanti di rapat badan anggaran (banggar) agar penambahan yang signifikan,” terangnya.

Yang akan diperjuangkannya itu, tidak hanya berupa bentuk anggaran untuk kegiatan fisik, melainkan penambahan nonfisiknya, seperti kegiatan sosialisasi agar bisa dilakukan di seluruh kecanatan di Bangkalan.

“Anggaran fasilitasi yang ada di kecamatan-kecamatan kami usahakan untuk ditambah,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron juga berjanji akan menambah anggaran tersebut.

“Untuk tahun depan pasti akan kami tambah lagi, nominalnya berapa akan kami bahas dulu nantinya,” jelas bupati yang akrab disapa Ra Latif ini. (ina/waw)

Komentar

News Feed