oleh

DKP Jatim Tunggu Respon Kemenko Maritim Tentukan HPP Garam Rp600 per Ton

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Murahnya harga garam di pasaran dan tersendatnya serapan pabrikan, membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengajukan harga pokok penjulan (HPP) garam sebesar Rp600 ribu perton pada musim produksi tahun 2020.

Kepala DKP Jatim Moh. Gunawan Saleh mengakui bahwa tidak terserapnya garam rakyat karena adanya impor garam. Sejauh ini, upaya yang dilakukan untuk menekan itu dengan berkirim surat ke kementerian agar bisa mengurangi angka impor yang masuk.

“Karena impor dulu sudah ditentukan, nah ini para pengusaha mengunakan garam impor yang harganya lebih murah.Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat menjadikan garam itu termasuk barang penting, sehingga bisa menentukan berapa HPP-nya,”ungkapnya.

Usulan HPP itu dikirim ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian KoordinatorMaritim dan Investasi, tapi sampai ini masih belum ada ketentuan tentang HPP garam.Berdasarkan data DKP Jatim, sekitar 400 ton garam rakyat yang saat ini belum terserap.

“Belum ditentukan HPP-nya, nanti dimasukan di peraturan presiden (perpres) dulu, kami usulkan Rp600 ribu perton, disana diteliti juga berapa sebenarnya produksi 1 kilogramnya, komponennya apa saja,”paparnya.

Sementara itu, menurut Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim Aliyadi Mostofa, untuk HPP garam yang diajukan oleh DKP Jatim sudah bisa dikatakan ideal, jika dibandingkan dari harga garam saat ini.

“Artinya sudah layak ketimbang harga yang sekarang, selama ini petani garam memang terpukulakibat harga garamnya rendahdan penyerapannya sedikit, sehingga stoknya banyak menumpuk,”ungkapnya.

Politisi asal Sampang itu juga mengaku telah berkoordinas dengan DKP Jatim dan pemerintah pusat agar mendorong agar HPP garam bisa ditentukan, dan serapan garam rakyat bisa lebih baik.

“Harapan kami tentu harga yang selama ini didamba-dambakan oleh petani, bisa menguntungkan petani sehingga kesejahteraan bisa naik, selama ini kan mejerit mereka,”pungkasnya. (rul/waw)

Komentar

News Feed