DKPP Kabupaten Sumenep Akui Bantuan Mesin Penggiling Pada Hanya Cukup untuk 9 Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM OPTIMAL: Bantuan mesin penggiling padi hanya direalisasikan untuk sembilan desa di Kabupaten Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Anggaran untuk pengadaan mesin penggiling padi cukup fantastis. Sebesar Rp2,6 miliar, untuk membantu para petani di Kabupaten Sumenep. Meski terbilang memakan anggaran besara, bantuan tersebut hingga saat ini belum menyeluruh.  Program mesin padi, hanya tersebar di sembilan kecamatan. Sedangkan sumber anggaran tersebut, berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten  Sumenep Arif Firmanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Yan Yan Heryana mengaku, belum mampu memberikan bantuan terhadap semua kecamatan. Sebab, ketersediaan anggaran cukup terbatas.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sembilan kecamatan dan desa yang sudah menerima bantuan mesin padi, masing-masing, Desa Ketawang Laok Kecamatan Guluk-Guluk, Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan, Campor Barat Kecamatan Ambunten, Pakondang Kecamatan Rubaru, Juluk Kecamatan Saronggi, Bilapora Barat Kecamatan Ganding, Paberresan Kecamatan kota, Tamidung Kecamatan Batang-batang,  dan Desa Candi Kecamatan Dungkek.

“Masing-masing desa mendapatkan 1 jenis penggiling padi. Mudah-mudahan, secara keseluruhan mendapatkan bantuan. Tetapi, karena anggaran tidak memadai, maka akan direncanakan tahun 2021,” ungkapnya, Kamis (10/12/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari berharap, bantuan harus tepat sasaran. Menurutnya, anggaran senilai Rp2 miliar lebih itu, harus direalisasikan dengan baik. Sehingga,  manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat. “Intinya, bantuan itu wajib tepat sasaran,” responnya singkat.  (imd/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *