oleh

DKPP Sampang Dorong Pembudidaya Miliki Sertifikat CBIB

Kabarmadura.id/Sampang– Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Sampang, menunjukan komitmen serius dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan para pembudidaya ikan di wilayah setempat. Itu dibuktikan DKPP melalui kegiatan pembinaan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) pada para pembudidaya ikan di Kota Bahari.

Dalam kegiatan pembinaan CBIB yang dipusatkan di Aula Kantor DKPP Sampang, Selasa (3/12/2019) itu, DKPP mendatangkan narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan itu menyasar sebanyak 40 orang peserta, yang terdiri dari penyuluh perikanan dan pelaku usaha budidaya ikan dari berbagai kecamatan di Sampang.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya DKPP Sampang Moh. Mahfud menuturkan, kegiatan pembinaan ini dimaksudkan agar para pembudidaya ikan, khususnya di Sampang dapat mengetahui CBIB.

Kendati sudah lama menekuni budidaya ikan, namun hal itu belum tentu menjamin cara yang dilakukan dalam berbudidaya dapat memenuhi syarat dan standar. Sehingga mutu ikan yang dihasilkan, termasuk keamanan pangannya dapat terjamin.

Kata Mahfud, bagi pelaku usaha budidaya ikan yang masih berskala kecil, standar dan mutu belum terlalu dibutuhkan, tetapi jika nanti usaha budidaya ikan sudah besar, produksinya harus diekspor, maka harus ada sertifikat CBIB yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Itu sebagai jaminan bahwa hasil budidaya ikan aman untuk dikonsumsi. Melalui pembinaan CBIB ini, kami bertujuan memberikan pengetahuan tentang cara budidaya yang baik, mulai dari perencanaan lokasi, benih, pakan, obat, dan cara panen serta sebagainya,” tutur Mahfud kepada Kabar Madura, Selasa (3/12/2019).

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, untuk kegiatan budidaya ikan itu, sudah sering dilakukan, akan tetapi masih ada beberapa hal yang masih kurang dipahami dan tidak dimengerti oleh mayoritas pelaku budidaya tersebut.

Maka dari itu, pihaknya merasa terdorong untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pembudidaya ikan, agar bisa melaksanakan budidaya sesuai CBIB sehingga mutunya terjamin.

“Kami harap kedepan, proses budidaya ikan ini memenuhi syarat dan standar, serta pemborosan keuangan dapat diminimalisir, sehingga lebih menguntungkan dan kualitas produksi lebih terjamin,” terangnya.

Sambung Mahfud, manakala nanti ada calon pembeli atau konsumen hasil budidaya yang mengunjungi lokasi budidaya tersebut, dan melihat kondisi lingkungan yang rapi, menggunakan pakan yang sesuai standar, pihaknya otimis, para konsumen lebih yakin. Tetapi sebaliknya jika lingkungan tidak sesuai standar, bisa meragukan terhadap konsumennya.

Untuk itu, pihaknya meminta para pembudidaya, khususnya peserta pembinaan CBIB itu, dapat menimba ilmu dari para narasumber dan diterapkan di rumah masing-masing, serta dapat dititiktularkan atau disampaikan kepada tetangga yang juga menekuni budidaya ikan.

“Kami minta, semua pengetahuan yang diperoleh dari pembinaan kali ini, dapat diterapkan dan disampaikan kepada yang lainnya, jangan disimpan sendiri, biar lebih bermanfaat,” tutupnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed