DKR Sampang Minta Penggunaan Dana BOK Puskesmas Wajib Transparan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) OPERASIONAL: Rp400 juta dana BOM harus tepat sasaran.

KABARMADURA.ID, Sampang –Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kedungdung  Sampang, sudah terserap 70 persen dari jumlah yang ada. Adapun besaran dana tersebut dalam satu tahun Rp400 juta.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kedungdung Sampang Zahruddin menuturkan, dana BOK digunakan untuk sejumlah kegiatan di puskesmas, seperti penyuluhan, pertemuan bersama kader, sosialisasi pencegahan gizi buruk, kegiatan posyandu, pelacakan demam berdarah dengue (DBD), penyakit TBC dan penyemprotan akibat wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Selain itu, anggaran BOK yang jumlahnya cukup signifikan tersebut saat ini diakuinya sudah terserap 70 persen, sehingga dari jumlah Rp400 juta masih tersisa 30 persen. Bahkan dirinya mengaku sudah wajar soal serapan yang sudah 70 persen itu, karena saat ini sudah masuk bulan 11, selain itu serapan anggaran itu saat ini memang masih fokus dalam penanganan Covid-19.

“Sekarang sudah terserap 70 persen, jadi tinggal sedikit dan ini sesuai karena sudah bulan November. Dan BOK ini untuk program-program seperti pertemuan atau rapat,” ungkapnya, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, dana BOK tersebut sebenarnya tidak hanya digunakan untuk kegiatan saja, tetapi juga diberikan kepada pegawai kontrak. Sehingga, tercatat kurang lebih empat sampai lima karyawan yang digaji melalui dana BOK.

Gaji yang diterima setiap bulan oleh pegawai kontrak tersebut Rp1,8 juta, dan itu sudah berjalan sejak lama. Namun, untuk karyawan kontrak yang dari provinsi itu digaji dari pemerintah provinsi, bukan dari daerah.

“Karyawan kontrak ada 9 dan kalau gak salah antara empat sampai lima, dan gajinya diambilkan dari BOK,” imbuhnya.

Ditambah, proses pencairannya tidak dilakukan secara bertahap, tetapi tergantung dari pengajuan SPj, sehingga setelah kegiatannya selesai langsung diajukan ke dinas kesehatan dan setelah pengajuan masih disesuaikan benar atau sebaliknya.

Sementara itu Anggota Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang Muis Pranoto, menuturkan soal anggaran BOK tersebut nominalnya tidak sedikit. Artinya jika dijalankan dengan serius dan tepat sasaran. Sehingga perlu dilakukan koordinasi dan evaluasi terkait program-program yang sudah berjalan.

“Ya kami berharap dana itu terealisasi dengan benar, dan tepat sasaran, karena jumlah Rp400 juta tidak sedikit,” singkatnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *