DLH Bangkalan Akui Pembinaan Sekolah Adiwiyata Terbatas

  • Whatsapp
(FOTO:KM/HELMI YAHYA) SEPI: Salah satu pengendara saat berhenti di depan SMPN1 Kamal, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pembinaan Sekolah Adiwiyata di Bangkalan masih terbatas. Padahal pembinaan yang seharusnya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah harus merata. Namun sejauh ini pembinaan itu dinilai belum berjalan maksimal.

Salah satu guru SMP di Kecamatan Arosbaya Khusnul Khotib mengeluhkan, karena sekolah di sekitarnya tidak pernah mendapatkan pembinaan Sekolah Adiwiyata sejak beberapa tahun terakhir. Padahal pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan bantuan tetapi tak kunjung ada jawaban.

Bacaan Lainnya

”Kami ini sudah beberapa kali meminta bantuan pembinaan, tetapi tidak kunjung diberikan,” ulasnya.

Menurut Khotib, siswa SMP sudah seyogyanya diberikan perhatian dan kecintaan pada lingkungan. Hal itu agar pada saat lulus mereka dapat membantu dan memiliki inisiatif pengembangan.

”Kalau SMP kan masih masa pembelajaran, nanti kalau SMA sudah bisa lebih kreatif lagi,” terangnya.

Kepala DLH Bangkalan Anang Yulianto mengku, sudah melakukan pembinaan Sekolah Adiwiyata secara rutin setiap bulan. Bahkan dalam satu tahun ada sekitar lima sekolah yang dibantu melakukan pembinaan.

”Tahun kemarin kami sudah melakukan pembinaan pada lima sekolah, dan salah satunya yang berhasil adalah SMPN 1 Kamal,” paparnya.

Keterbatasan pembinaan menurut Anang juga dikarenakan keterbatasan anggaran. Sebab dalam pembinaan, DLH juga menyuplai tanaman hias dan beberapa bibit pohon yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sehingga juga harus dibatasi.

”Sekarang kan sudah ada paguyubannya, nanti mereka yang membantu mensosialisasikan,” terangnya.

Selain itu, kondisi lingkungan sekolah juga menjadi kendala. Sebab, jika sekolah ada pada lingkungan padat maka harus menyesuaikan dengan tumbuhan atau hijauan yang juga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Selain itu juga jika kondisi di dekat laut maka tantangannya cukup besar. Karena rentang kekurangan air dan gersang.

”Adiwiyata ini kan mengajarkan bagaimana kita memanfaatkan lahan agar lebih nyaman, bukan hanya hijau saja,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *