DLH Bangkalan Anggarkan Revitalisasi TPA 3 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERSETERU: Warga saat menutup lokasi tempat pemrosesan akhir di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan, beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, SOCAH – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan akan menyediakan anggaran hingga Rp3, 5 miliar untuk revitalisasi tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan. Anggaran tersebut untuk mengolah kembali tempat pembuangan yang dulu tidak ditangani, kini akan disulap menjadi tempat wisata edukasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Limbah dan Sampah B3 DLH Bangkalan Yudistiro Adi Nugroho menyampaikan, salah satu yang akan menjadi fokus pekerjaannya menagani TPA yang dibiarkan terbengkalai. Nantinya bekas TPA tersebut akan diolah dan dijadikan bukit wisata. ”Kami akan tangani dan buat bekas TPA itu menjadi tempat wisata. Sebut saja menjadi wisata perbukitan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Proses tersebut masih dalam tahap pendekatan kepada warga sekitar. Sebab, TPA yang dulu ditutup masih menyimpan sampah-sampah basah. Sehingga ketika pihaknya melakukan pemerataan pada akhir Desember 2020 lalu, lingkungan masih kotor dan bau. ”Saya sewakan alat berat untuk meratakan itu, agar tidak kotor dan bau,” ulasnya.

Menurut Yudistiro, anggaran untuk melakukan revitalisasi TPA juga cukup besar. Mulai dari pembelian alat berat dan beberapa fasilitas yang bisa digunakan sebagai pendukung bekas TPA tersebut menjadi wisata. Pihaknya juga mengaku sudah menganggarkannya sekitar Rp 3,5 miliar.

” Sudah kami anggarkan, selain itu, nanti juga akan saya sediakan TPS3R, sebagai edukasi juga terhadap warga,” paparnya.

Salah seorang warga Desa Buluh, Kecamatan Socah, Siti Amina mengaku sudah lama menunggu tindak lanjut pemerintah kabupaten untuk membenahi TPA. Sebab, semenjak ditinggalkan, kondisi TPA masih dalam keadaan terbengkalai. Jadi juga harus dibersihkan. ”Kami ingin lokasi TPA ini dirapikan, agar tetap bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Perempuan dengan tiga anak tersebut menyampaikan, pemerintah sudah lama menjanjikan akan memperbaiki atau mengolah TPA agar menjadi lebih nyaman. Namun hal itu sampai saat ini belum terealisasi. Sehingga kondisi itu berakhir penutupan oleh warga.

Ia menambahkan, jika rencana revitalisasi itu benar adanya, warga berharap agar tidak sekedar janji. Pada prisipnya warga merespon baik rencana rencana pengolahannya menjadi wisata.

”Kami sudah lama menunggu, dan semoga saja kali ini warga tidak dibuat kecewa lagi,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *