oleh

DLH Cetak SDM Peduli Lingkungan, Melalui Sekolah Adiwiyata Jatim

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang melakukan pembinaan kepada 8 lembaga tingkat sekolah dasar (SD). Pembinaan itu dilakukan, dalam rangka mengikuti seleksi sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2021. Tujuannya, untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang peduli terhadap lingkungan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah. Dan Peraturan Menteri (Permen) ke dua Nomor 53 tahun 2019 tentang Penghargaan Adiwiyata. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Konservasi Rehabilitasi dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Imam Irawan melalui stafnya, Sutrisno Nur Cahya, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, seminggu lalu sudah berkunjung ke 8 lembaga yang ikut serta dalam program calon sekolah adiwiyata provinsi (CSAP) kabupaten tahun 2021. Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya akan turun ke lembaga dalam kurun waktu satu minggu untuk melihat, mensuport, memonitoring dan membimbing pihak lembaga untuk dicalonkan sebagai sekolah adiwiyata provinsi tahun ini.

“Selama satu minggu kemarin, kami berkunjung ke 8 sekolah yang akan dicalonkan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim tahun 2021. Dan sekolah itu sebelumnya sudah mengikuti CSAP kabupaten 2021,” tuturnya, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, pada tahun 2020 terdapat dua lembaga tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim. Dua lembaga tersebut, SMPN 2 Sampang, dan SDN Dalpenang 1 Sampang. Sehingga ia berharap, 8 lembaga yang akan mengikuti seleksi Adiwiyata Provinsi Jatim tahun 2021 tersebut ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim.

“Ketika sudah ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata, nantinya bisa diikutkan untuk sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2022. Kenapa 2022, karena untuk mengikuti seleksi adiwiyata berikutnya harus berjenjang satu tahun mengantongi adiwiyata provinsi. “Semoga 8 lembaga yang akan diseleksi ini bisa menyusul ke lembaga yang sudah ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata,” harapnya.

Kendati demikian, fungsi dan tujuan dari adanya sekolah adiwiyata tersebut yaitu untuk mencetak SDM peduli lingkungan hidup, utamanya di sekolah. Sehingga, harapan dari pemerintah itu bisa mencetak SDM yang peduli lingkungan. “Itu dilakukan melalui guru dan siswa-siswi yang ada di sekolah. Baik melalui pembelajaran dan program lainnya,” pungkasnya. (mal/ito/*).

  1. SDN Gunung Sekar 1.
  2. SDN Dalpenang 3.
  3. SDN Sokobanah Daya 5
  4. SDN Ketapang Barat 2
  5. SDN Bluuran 1
  6. SDN Batu Rasang 4
  7. SDN Bancelok 2
  8. SDN Labuhan 1

Komentar

News Feed