oleh

DLH Dinilai Lamban Fasilitasi TPS-3R

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berupaya memaksimalkan pengoperasian tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS-3R). Namun, langkah itu dinilai masih lamban. Pasalnya fasilitas TPS-3R hanya berada di 5 kelurahan saja. Padahal, produksi sampah rumah tangga terus meningkat.

Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Mohammad Ali menyampaikan, DLH sering lamban dalam melakukan aktivitas programnya termasuk pembangunan fasilitas TPS-3R. Akibatnya banyak sampah yang bertebaran dan merusak keindahan kota.

“Kami mendesak agar DLH terus berupaya memaksimalkan TPS-3R,” katanya, Rabu (12/6)

Dikatakan Ali, persoalan pengelolaan sampah menjadi PR besar yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan dengan maksimal. Bahkan, dia menilai DLH sering lempar tanggung jawab, dan menyalahkan masyarakat setiap kali gagal menangani persoalan sampah.

“Harusnya setiap kelurahan dibangun TPS-3R itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Pamekasan, Amin Jabir menyampaikan menganggap sepele persoalan sampah di wilayah. Dia malah menilai, banyaknya sampah yang bertumpukan itu sangat wajar. Sebab, masyarakat terkadang membuang sampah sembarangan tanpa ada kesadaran dari diri sendiri.

“Bayangkan, jika se Kabupaten Pamekasan yang membuang minimal 1 sampah maka akan berlimpah ruah,” kilahnya.

Dia menyebutkan, akan senantiasa memberikan solusi terhadap banyaknya sampah yang bertebaran, termasuk penambahan fasilitas TPS-3R. Namun hal itu baru bisa dilakukan pada tahun anggaran 2020 mendatang.

Dengan adanya penambahan TPS-3R, dia berkeyakinan pengelolaan sampah akan lebih sistematis. Muaranya, penataan kota, serta keindahan kota di Pamekasan akan terjaga.

“Rencana pembangunan TPS-3R di antaranya, Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, Bunder, Dasuk dan Desa Murtajih,” ujarnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed