oleh

DLH Kabupaten Sumenep Akui Minimnya Upah Pasukan Kuning

KABARMADURA.ID, Sumenep – Honor pasukan kuning di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep memprihatinkan. Setiap bulannya mereka  hanya  hanya menerima upah Rp800 ribu. Jika diperhitungkan dengan kinerjanya, upah tersebut jauh dari layak. Hal ini diungkapkan, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Rabu (07/10/2020).

Menurutnya, pekerjaan pasukan kuning di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) cukup berat. Mereka harus bangun pagi dan pulang sore untuk menjaga keasrian dan kebersihan wilayah perkotaan. Bahkan, mereka harus bersentuhan langsung dengan berbagai penyakit. Sebab, setiap hari berinteraksi dengan berbagai macam kotoran.

“Semestinya, jika dibandingkan dengan kerja mereka (pasukan kuning red) kenaikan harus dilakukan, semua ini menjadi tanggung jawab Dinas terkait, mereka rela berkorban demi menjaga kebersihan wilayah perkotaan,” ujarnya.

Pihaknya berjanji, akan berupaya seoptimal mungkin untuk memperjuangkan kenaikan upah bagi pasukan kuning. Bahkan dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan DLH untuk membicarakan upah pengawas sekaligus pelaku kebersihan di kota Sumenep.

“Pekerjaan mereka untuk kebersihan lingkungan sangatlah berat. Maka layak diperjuanghkan agar ada penambahan upah, lebih-lebih ada pengangkatan sebagai abdi negara bagi yang sudah lama bekerja,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Agus Salam mengaku  hingga saat ini belum ada penambahan upah dengan dalih minim anggaran.

“Anggarannya dalam satu tahun DLH hanya sediakan Rp1,98 miliar untuk 198 pasukan kuning,” responnya.

Menurutnya, rencana penambahan senilai Rp200 ribu memang sudah direncanakan. Sehingga, upah mereka menjadi Rp1juta dalam sebulan. Namun anggaran tidak memadai. Bahkan, jika bisa nantinya mencapai UMK Sumenep 2020 sebesar Rp1.954.705.

“Kenaikan honor pasukan kuning masih jauh dari harapan. Sehingga, meski kerjanya sangat berat harus bersabar,” katanya.

Dijelaskan, Tugas pasukan kuning dalam setiap harinya membersihkan sampah. Diakuinya, selalu rutin terjun ke sungai-sungai yang ada sampahnya, serta menyapu di daerah Sumenep “mengangkut sampah ke TPA juga menjadi aktivitasnya,” ujar dia.

Dia mengatakan, meski gaji minim, DLH mengusahakan mengcover perlindungan atau keamananya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. “Meski tidak ada tambahan gaji kemarin ada insentif Rp600 ribu karena adanya Covid-19 melalui BPJS ketenagakerjaan,” jelasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed