oleh

DLH Pamekasan Akui Tidak Mampu Penuhi Target Luasan RTH

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, mencatat luasan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayahnya mentok di angka 9,8 persen. Jumlah itu masih jauh dari target 20 persen RTH yang ditentukan untuk setiap daerah.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, RTH di wilayahnya hanya terpusat di daerah perkotaan, sedangkan untuk daerah kecamatan dan desa-desa masih belum dilesatarikan dengan maksimal.

Saat ini lanjut dia, hanya ada sembilan titik RTH berbentuk taman kota. Padahal jika diukur dari luas Kabupaten Pamekasan, jumlah itu harusnya bisa lebih banyak.

“Untuk mengangkat 1 persen saja perlu ribuan hektar, sementara dana yang dikucurkan oleh pemerintah daerah hanya Rp50 juta,” ungkapnya, Rabu   (7/10/2020).

Dia mengungkapkan, keterbatasan anggaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi lambannya pemenuhan RTH sesuai yang ditargtekan.

Harusnya kata Jabir, seluruh elemen bergotong royong untuk memenuhi target RTH. Sebab menurutnya, pemenuhan RTH bukan hanya tanggung jawab DLH.

Dia mengklaim, sejauh ini sudah menggandeng berbagai elemen untuk meiningkatkan luasan RTH. Salah satunya berkerjasama dengan penggerak sosial yang fokus di bidang alam.

Namun demikian, hal itu diakui masih belum cukup untuk memenuhi standar minimum 20 persen RTH di Kabupaten Pamekasan.

“Yang bertanggung jawab terhadap RTH itu seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD), terutama yang mengampu seperti perhutanan,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail mengatakan, penambahan RTH harus dilakukan dengan serius, tidak hanya di daerah perkotaan saja yang menjadi fokus, melainkan di daerah pedesaan juga harus dipikirkan agar RTH yang dibutuhkan bisa terpenuhi dengan baik.

“Kedepan RTH harus dilebarkan, bukan hanya terfokus di perkotaan tetapi di daerah kecamatan harus dilakukan, bahkan di tingkat desa perlu dilakukan juga,” pungkasnya. (rul/pin)

Komentar

News Feed