oleh

DLH Sampang Kekurangan Tenaga Penagih Retribusi

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang dalam memberikan pelayanan bidang persampahan tidak merata. Pasalnya, di tahun 2020, semua kelurahan yang ada di perkotaan tidak ditarik retribusi.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang Akh. Syarifuddin mengatakan, awal tahun 2021 sudah memberikan pelayanan secara merata kepada masyarakat yang ada di wilayah perkotaan. Sehingga, nantinya semua masyarakat akan ditarik retribusi sampah.

Adapun penarikan retribusi tersebut dalam sebulan sebesar Rp4000 bagi permukiman. Untuk pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang yang ada di pasar retribusinya Rp5000-Rp6000. Kebijakan menaikkan retribusi itu untuk meningkatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor sampah.

Sampah yang awalnya diangkut 3 hari sekali, kini dilakukan setiap hari. Penagihnya bekerja sama dengan instansi lain.

“Penarikan retribusi itu sebelumnya Rp2000. Itu hanya untuk perkantoran dan pasar. Tetapi tahun ini, semua permukiman di area perkotaan harus ditarik retribusi dalam sebulannya Rp4000,” tuturnya, Rabu (17/2/2021).

Untuk melakulan penarikan sendiri, pihaknya mengaku kekurangan tenaga, sehingga harus bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Trunojoyo dan dinas yang menaungi pasar.

Namun, saat disinggung efektif tidaknya, ia mengaku lebih efektif ditagih sendiri. Karena capaiannya lebih besar. Namun, terkadang ada sebagian masyarakat yang enggan membayar, lantaran sebelumnya bukan dinasnya yang menagih.

“Sebelumnya kami coba tagih sendiri, mendapatkan lebih banyak. Tetapi, jika dikalkulasi dengan biaya transportasinya, banyak juga. Jadi, memamg harus bekerja sama,” imbuhnya.

Terget PAD tahun 2021 mencapai Rp550 juta. Itu menanjak dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp275 juta dan hanya tercapai Rp120 juta.

“Kami ini ditarget PAD. Jadi, harus meningkatkan pelayanan, dan harus ditarik retribusi semua,” pungkasnya. (mal/nam)

Komentar

News Feed