oleh

DLH Sampang: Pelanggan Tidak Bayar, PAD Persampahan Menurun

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor persampahan di Kabupaten Sampang mengalami penurunan secara drastis. Dimana dari target Rp273 juta hanya bisa menyetor 35,9 persen, atau Rp120 juta.

Adapun penyebab tidak tercapainya target tersebut banyak faktor, diantaranya dampak Covid-19 serta pelanggan sebagian tidak bayar retribusi sampah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Faisol Ansori melalui Kabid Konservsi Rehabilitas lingkungan dan pertnaman, Imam Irawan menuturkan, PAD dari sektor sampah tahun 2020 sangat menurun, dan ini terjadi karena adanya data potensi yang tidak valid. Sehingga data potensi PAD tersebut perlu dibenahi untuk menunjang PAD tahun 2021.

Terbukti berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrin (Disperindagprin)  untuk data pedagang bukan berdasarkan nama dan alamat, tetapi berdasarkan gelondongan. Artinya berdasarkan dari adanya pedagang, semisal 35 pedagang, dan itu merupakan hambatan pertama.

Hambatan kedua, adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi sampah. Karena ada sebagian hotel di area perkotaan yang tidak bayar retribusi, selain itu sebagain toko yang tidak mau bayar. Kemudaian ada sebagian yang punya tiga toko atau tiga kios yang tidak mau bayar tiga-tiganya, hanya saja mau bayar retribusi satu kios.

“Utamanya itu data potensi, karena sampai saat ini simpang siur, dan kami akan benah itu. Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat terkait retrebusi sampah,” ungkapnya, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, untuk dapat menunjang PAD dirinya mengaku sudah pernah bekerjasama dengan PDAM. Kerjasama itu untuk pembayaran atau cara penagihannya, tetapi cara tersebut tidak efektif. Karena tidak semua warga yang dilayani persampahan itu berlangganan PDAM, kemudian bekerjasama dengan Disperindag dalam penagihan tetapi malah turun 50 persen.

Tetapi dirinya tetap optimis bahwa, kedepan akan mencoba untuk menagih sendiri yang melibatkan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) untuk pelayanan langsung kepada masyarakat, dan penagihan itu nanti dilakukan dengan cara bekerjasama dengan RT, atau lurah. Artinya retribusi sampah tersebut ditarik oleh pihak kerjasama dan disetor ke DLH Sampang.

“Data potensi memang masih kacau, karena ada kantor yang ditarik dan ada kelurahan yang tidak ditarik, tapi nanti kalau sudah pembenahan semuanya akan ditarik, dan PAD akan meningkat dari sekarang,” pungkasnya. (mal/mam).

Komentar

News Feed