oleh

DLH Sampang Sukseskan Gerakan Peduli Lingkungan

Kabarmadura.id/Sampang/KETAPANG-Memasuki era new normal wabah Covid-19, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang malalui tim adiwitaya kabupaten menggalakkan pembinaan rutin sekaligus sosialisasi peraturan tentang program adiwiyata terbaru.

Bertempat di SDN Ketapang Barat II, Kamis (16/7/2020), DLH mensosialisasikan perubahan peraturan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 5 Tahun 2013 tentang Adiwiyata beralih pada Permen LHK P.52/MenLHK/Setjen/Kum.1/9/2019 tentang gerakan budaya peduli lingkungan hidup di sekolah (GPBLHS) dan P.53/menLHK/Setjen/Kum.1/9/2019 tentang penghargaan adiwiyata.

Kepada Kabar Madura, Kepala Bidang (Kabid) Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan DLH Sampang Imam Irawan menyampaikan, program adiwiyata di daerah Kota Bahari diharapkan tetap eksis. Maka dari itu, pihaknya terus menggalakkan pembinaan dan sosialisasi tentang peraturan terbaru program adiwiyata.

Pada prinsipnya, Pemkab Sampang akan terus mensukseskan program adiwiyata dari pemerintah pusat atau sekolah peduli lingkungan. Untuk itu, pembinaan dengan peraturan adiwiyata ke berbagai sekolah terus dilakukan.

“Tim adiwiyata kabupaten sudah melakukan pembinaan rutin ke sekolah-sekolah adiwiyata dan mensosialisasikan peraturan terbaru tentang program adiwiyata ini, untuk yang pertama pembinaan dilaksanakan dari wilayah utara Sampang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pembinaan dan sosialisasi peraturan adiwiyata terbaru tersebut, diikuti oleh sejumlah perwakilan sekolah dari berbagai kecamatan di Sampang yang bisa menjadi percontohan untuk sekolah yang lain, dan sekolah yang sudah beradiwiyata, minimal berpredikat tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan mandiri.

Harapannya, semua lembaga sekolah yang beradiwiyata itu, bisa mengetahui, memahami dan menjalankan paraturan terbaru tentang adiwiyata. Setiap lembaga sekolah harus menggalakkan GPBLHS sebagaimana yang telah teramanatkan dalam peraturan terbaru baik Permen LHK P25 dan P53 tersebut.

Sambung dia, tim adiwiyata Kabupaten Sampang tahun 2020 itu, terdiri dari perwakilan dari sejumlah sekolah adiwiyata nasional, perwakilan tokoh masyarakat dan para pegiat LSM lingkungan di wilayah Sampang.

“Pada dasarnya ini semua bertujuan untuk mensukseskan gerakan peduli lingkungan di Sampang, menciptakan kenyaman dalam berkegiatan di lingkungan sekolah,” urai Irawan. (sub/pin)

Komentar

News Feed