Dokter Madura United: Harus Bersatu Menuju Indonesia Sehat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) IKUT TES: Dokter Madura United Heri Siswanto juga dites swab ketika menjelang pemusatan latihan.

KABARMADURA.ID – Dokter Madura United Heri Siswanto ikut serta menuangkan pendapatnya di Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap 12 November. Tahun 2020 ini, tercatat sebagai peringatan HKN yang ke-56.

Diketahui, awal mula HKN itu didasari pada era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno. Pada tahun 1959, Indonesia tengah dilanda penyakit malaria. Soekarno melakukan pemberantasan dengan menghadirkan penyemprotan obat. Dia pun yang pertama kali di Yogyakarta, 12 November 1959.

Saat dulu harus berperang dengan penyakit malaria, Dokter Madura United itu menjelaskan, sekarang Indonesia dan sejumlah negara Indonesia di dunia tengah berperang guna memberantas wabah Covid-19.

Wabah tersebut pertama kali diinformasikan masuk ke Indonesia pada Bulan Maret. Kala itu, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dua pasien terinfeksi Covid-19 setelah berinteraksi dengan orang asing.

Menurut dokter yang familiar disapa Herisis itu, salah satu cara ampuh untuk melawan Covid-19 itu dengan bersatu antara masyarakat dengan tenaga medis. Masyarakat harus mematuhi peraturan pemerintah, yakni protokol kesehatan (prokes) di era new normal ini.

“Kepedulian masyarakat terhadap prokes juga menjadi salah satu indikator kita bersatu melawan Covid-19. Sementara itu, bagian medis juga bekerja menyelesaikan dan mencari cara untuk segera mengentaskannya. Kalau terus setiap hari bertambah pasiennya, berarti belum bersatu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (12/11/2020).

Selain itu, Herisis menceritakan, Madura United begitu peduli terhadap prokes. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebatas mewajibkan, pemain dan oficial terdaftar yang dilakukan tes swab sebelum memulai pemusatan latihan.

Akan tetapi, Dokter Madura United ini meminta, keluarga besar tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menjalani tes swab. Setelah memastikan semuanya aman, tim memberlakukan peraturan yang ketat dan menyediakan semua fasilitas prokes yang dibutuhkan, seperti cuci tangan, penyediaan masker, dan sebagainya.

“Yang kami lakukan itu sangat ketat dan sangat mengantisipasi. Untuk apa? Iya untuk Madura United dan semua orang yang berpotensi berinteraksi dengan kami. Kalau kami memastikan aman, orang yang berinteraksi dengan kami kemungkinan juga akan aman,” pungkasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *