Dokter Spesialis di Sampang Menanti Insentif yang Ternyata Tidak Dianggarkan

News29 Dilihat

KABARMADURA.ID | SAMPANGDokter spesialis di Kabupaten Sampang dijamin dengan insentif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Bahkan, dokter spesialis juga mendapat tambahan insentif untuk jasa pelayanan medik. Namun, belum semua dokter spesialis di Sampang mendapatkannya. Salah satunya di RSD Ketapang.

Salah satu dokter spesialis di RSD Ketapang kepada Kabar Madura mengungkapkan, setiap dokter spesialis mendapatkan insentif sebesar Rp10 juta setiap bulan. Selain itu, juga ada dana tambahan japel sebesar Rp5 juta setiap bulan. Sumbernya juga dari pemkab.

Sehingga setiap dokter spesialis seharusnya mendapatkan tambahan japel sebesar Rp60 juta dalam setahun. Namun, tambahan japel itu sejak Januari 2022 sampai saat ini belum dicairkan. Sementara di RSD Ketapang terdapat enam orang dokter spesialis.

“Seharusnya cair setiap bulan. Tapi sampai saat ini belum ada. Itu yang kami tunggu,” ujar dokter spesialis yang enggan disebutkan namanya itu, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga :  Unitomo Siap Bantu Pengembangan Wisata Kotabaru

Dia menambahkan, sejak tahun lalu, ada kebijakan bahwa tambahan japel diberikan setahun sekali di akhir tahun. Sehingga pembayarannya dirapel dari Januari hingga Desember. Namun untuk tahun 2022, hingga memasuki bulan Desember ini belum ada tanda-tanda akan dicairkan.

Meski begitu, dokter itu menyebut, manajemen RSD Ketapang telah berupaya agar tambahan japel itu segera dicairkan. Pengajuan kepada pemerintah daerah telah disampaikan. Sehingga, dia menegaskan, tambahan japel itu memang belum dicairkan oleh pemkab.

“Tapi pihak rumah sakit sudah mengajukan ke pemerintah daerah. Karena kami para dokter sudah tanda tangan surat pengajuan itu,” imbuhnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr. Abdulloh Najich menjelaskan, dokter spesialis di RSD Ketapang memang mendapatkan honorarium berupa insentif dan tambahan japel. Insentif diberikan sebesar Rp10 juta setiap bulan.

Sementara tambahan japel, lanjut dr. Najich, besarannya Rp5 juta setiap bulan.  Tambahan japel itu diakui memang belum cair karena terkendala anggaran. Tambahan pendapatan itu diberikan untuk dokter, karena RSD Ketapang tergolong baru, sehingga pasien masih sedikit.

Baca Juga :  Kawal Tuntutan Mahasiswa, DPRD Sumenep Surati DPR RI

Dr. Najich menambahkan, yang menyebabkan belum cairnya tambahan japel itu karena tahun ini tidak dianggarkan. Namun, dalam perjanjiannya, besaran honorarium dokter spesialis RSD Ketapang sebesar Rp15 juta, sehingga diberikan tambahan japel.

Untuk menutupi kekurangan bayar itu, pihaknya telah menganggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023. Sehingga, tambahan japel untuk dokter spesialis RSD Ketapang masih akan dicairkan tahun depan.

“Tambahan jasa medik untuk pelayanan itu karena kami berpikir rumah sakit di sana masih baru, sehingga butuh untuk tambahan bagi dokter spesialis,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Moh. Iqbal Fathoni meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk memaksimalkan RSD Ketapang. Termasuk di antaranya memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes).

Sebab, keberadaan RSD Ketapang sangat membantu masyarakat pantai utara (pantura). Sehingga, salah satu cara menjaga keberlangsungan rumah sakit yaitu dengan memenuhi hak nakesnya agar semakin banyak dokter spesialis yang berminat untuk mengabdi di RSD Ketapang.

Baca Juga :  Mengenal Perkumpulan Penyandang Disabilitas Madura, Hadir untuk Saling Menguatkan

“Kesejahteraan nakes itu juga penting. Karena takutnya, jangan-jangan karena kesejahteraan yang kurang diperhatikan itulah sehingga terjadi praktik pungli (pungutan liar, red),” tandas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *