oleh

Dokumen Keuangan Pemkab Sampang Dibajak Hacker

Kabarmadura.id/SAMPANG-Dibobol hacker atau pembajak, Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) yang dikelola oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang mengalami masalah yang serius.

Padahal, aplikasi itu menyimpan berbagai dokumen keuangan daerah dari semua oraganisasi perangkat daerah (OPD).Saat ini, dokumen-dokumen penting hilang dan rentan dimanipulasi.

Data-data keuanganOPD Pemkab Sampangyang hilang itru, meliputi rencana kerja dan anggaran (RKA),dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan data lainnya. Atas hilangnya data itu, kini semua OPD di Sampang diwajibkan mengunggah ulang.

Kepala BPPKAD Sampang Saryono melalui Kabid Anggaran Maulidi mengatakan, aplikasi SIPKD yang menyimpan berbagai dokumen keuangan daerah itu, baru diketahui telah dibobol pembajak pada Jumat (4/9/2020).

“Iya aplikasi SIPKD kena hack, data-data yang hilang yakni DPA, RKA dan lainnya, tapi kami targetkan proses pengunggahan ulang selesai pekan ini,” ujar Maulidi saat dihubungi Kabar Madura melalui jaringan selulernya, Selasa (8/9/2020).

Beruntung yang hilang tersebut hanya dokumen keuangan yang disimpan tahun anggaran 2020, sementara tahun sebelumnya tetap aman tersimpan dalam aplikasi.

Dengan mengunggah ulang, pihaknya mengklaim dokumen keuangan daerah setiap OPD tidak akan terjadi perubahan atau dimanipulasi. Karena setiap OPD masih menyimpan dokumen aslinya, baik berbentuk soft copy maupun hard copy, jadi OPD tinggal menggunggah ulang.

“Dokumen hilang hanya sementara saja, sekarang sudah proses unggah ulang kok,” dalihnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi membenarkan adanya pembobolan aplikasi SIPKD itu, maka pihaknya harus melakukan entri atau unggah ulang semua dokumen yang berkaitang dengan keuangan, seperti RKA, DPA dan semacamnya. Untuk proses pengentrian ulang dokumen itu, terjadi di semua OPD di Sampang.

“Sepengetahuan saya, baru kali ini yang ada kejadian seperti ini, tapi saya tidak tahu pasti penyebabnya, kami hanya diminta entri ulang semua dokumen keuangan ini,” singkat mantan Humas Pemkab Sampang itu. (sub/waw)

Komentar

News Feed