Donny M Siradj Siap Berkiprah di Pesta Politik Sumenep

  • Whatsapp
(KM/IST) Donny M Siradj

Kabarmadura.id/Sumenep-“Dengan mengucapkan petikan bismillah atas nama Indonesia pada umumnya dan Sumenep khususnya, kami hadir untuk kita jauh lebih baik. Bergotong royong bersama sama membangun Sumenep tercinta.”

Demikian pesan singkat yang disampaikan Donny M Siradj sebelum menceritakan siapa dirinya.

MOH RAZIN, SUMENEP

Di antara deretan pendatang baru yang digadang-gadang menjadi kontestan di Pilkada Sumenep 2020 ini, salah satunya adalah Donny M. Siradj yang juga sudah banyak diperbincangkan di berbagai media sosial.

Sehingga tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya siapakah gerangan. Dia adalah putra Sumenep yang masih mempunyai sambungan nasab dengan para petinggi di Sumenep.

Donny merupakan cucu dari Raden Mohammad yang bertempat tinggal di Damala, dekat Keraton Sumenep.

Masa kecilnya dihabiskan di rumah tersebut, dahulu sang kakek berkarir di kantor perwakilan Departemen Kehakiman di Sumenep. Kakeknya meninggal ketika menjalankan ibadah haji di tahun 1982, dimakamkan di pemakaman Ma’la.

“Sepintas itu, tentang muasal saya, setelah dilakukan istikharah oleh beberapa tokoh masyarakat, alhamdulillah saya diperkenankan untuk bergabung di pesta pilkada tahun ini, sebagai jalan masuk untuk melakukan perubahan di kota saya ini,” paparnya, Kamis (23/1/2020).

Suami dari Parmaera Galda Pratiwi (Alda) ini, adalah mantan penyiar radio dan bintang film Ketika Cinta Bertasbih. Sejauh ini, dia telah mendaftar di beberapa partai politik (parpol) yang sudah siap menjaring namanya. Tetapi sebagai kaum nahdliyin, dia tidak lupa membangun ikatan emosional dengan beberapa tokoh dan sangat berharap mengantongi rekomendasi dari partai.

“Saya bersama Kiai Ali Fikri itu sudah membangun kekuatan, saya sowan ke para tokoh masyarakat, selain menjalin silaturahmi, juga sebagai upaya membongkar paradigma masyarakat tentang konsep politik lama, yang dinikmati tokoh itu-itu saja, dengan pendekatan dari bawah itu, maka diharapkan bisa melakukan perubahan,” imbuhnya.

Donny merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya. S2 pertamanya diselesaikan di program Executive MBA ITB Bandung dan Aalto University (Helsinki School of Economics) di Singapura, lulus dengan predikat high distinction dengan IPK 3.7 dan mendapat dukungan beasiswa dari Ericsson Indonesia.

Dia juga mendapat kesempatan untuk mengambil Executive Education Course di bidang Strategic Finance di Boston, USA, program kerjasama antara Harvard Business School Faculty dan Aalto University, Finlandia.

Belum lama ini, dia mendapatkan beasiswa kembali dari Ancora Group, School of Government dan Public Policy yang dimiliki oleh Gita Wirjawan (ex Menteri Perdagangan) untuk melanjutkan pendidikan S2 yang kedua Master of Public Policy.

Tesis yang diangkat adalah studi kasus di Sumenep mengenai pengentasan kemiskinan melalui pendekatan optimalisasi existing potential asset di Sumenep. Tesisnya mendapat biimbingan dan disupervisi langsung Gita Wirjawan, Prof. Martani Husaini (Guru Besar FISIP UI), dan Dr. Fajar Hirawan (CSIS).

Sebagai sosok profesional, dia juga telah menata konsep yang didapat dari beberapa pengalaman selama berproses.

Pria yang saat ini berusia 38 itu, juga siap menuangkan ide-ide cemerlang di Kota Keris ini. Misalnya dengan memaksimalkan Yayasan Milenial Madura yang juga menjadi alternatif ampuh untuk efektivitas pelayanan dan memberantas pengangguran.

Lebih dari itu, Donny merupakan seorang professional eksekutif muda di industri high tech (IT, Telco) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun di berbagai posisi.

Saat ini, dia memegang jabatan sebagai Director of Sales dan Business Development for Communication, Media dan High Tech Industry di Accenture, sebuah perusahaan global konsultan manajemen dan teknologi terbesar di dunia.

Sebelumnya dia pernah berkarir di perusahaan Cisco System, Inc, perusahaan IT networking terbesar di dunia yang berpusat di Silicon Valley, USA, sebagai Senior Sales Manager.

Donny juga pernah berkarir di Ericsson, perusahaan telekomunikasi terkemuka yang berpusat di Swedia, dengan jabatan terakhir adalah Group Head of Services Sales, dan merupakan salah satu manajer termuda di Ericsson pada saat itu di usia menginjak 30 tahun.

“Insyaallah kami pulang untuk bersama-sama berkontribusi untuk Sumenep, untuk masyarakat, semoga mendapatkan ridha dari Sang Kuasa,” harapnya. (waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *