Dorong Realisasi KB PP dan PK, DP3AP2KB Pamekasan Galakkan Pencegahan Stunting

News31 views

KABARMAADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus melakukan upaya menekan angka stunting. Salah satunya melalui KB Pasca Persalinan (PP) dan KB Pasca Keguguran (PK).

Dengan layanan KB tersebut, para orang tua bisa lebih fokus memberikan perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Termasuk bagi ibu yang keguguran dapat memperhatikan kondisinya untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan Munapik, melalui Kepala Bidang (Kabid) KB Soerjati menyampaikan, terjadinya stunting bisa salah satunya karena kurangnya perhatian orang tua dalam memberikan ketercukupan gizi bagi anak, baik sebelum melahirkan maupun setelah melahir, sehingga dengan adanya KB PP bisa menjadi salah satu alternatif bagi ibu baru melahirkan untuk bisa mengatur jarak kelahirannya.

Baca Juga:  Program Beasiswa Perhotelan Nihil Anggaran, Pemkab Sumenep Hentikan Kerja Sama dengan Kampus

“Jadi KB Pasca Persalinan ini bisa memudahkan para ibu baru melahirkan tanpa harus kembali lagi kepada faskes,” paparnya, Rabu (15/11/2023).

Diakuinya, untuk proses pelayanan KB PP diberikan setelah persalinan sampai dengan kurun waktu 42 hari atau enam minggu, di mana diharapkan bisa lebih intens mengurus keluarganya, terlebih nantinya para orang tua akan meluangkan waktu yang cukup.

Tak cukup itu, KB PK bagian dari cara untuk bisa memproteksi tindakan orang tua dalam proses terjadinya stunting ketika nanti ingin memiliki anak kembali. Namun hal ini harus berdasarkan rekomendasi dari dokter; program kehamilan bagi orang yang pernah keguguran disarankan menunggu selama 6 bulan.

Untuk pilihan KB PP dan KB PK  dapat dilalui dengan beberapa cara, yakni: Kontrasepsi Mantap, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD), Implan, Suntik KB Progestin 3 bulan, Pil Progesteron, Kondom, dan Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Baca Juga:  Identifikasi Sejak Dini, DP3AP2KB Pamekasan Komitmen Tekan Kasus Stunting

Dia mengatakan, mulai Januari 2023 sampai dengan Agustus sudah terdapat 7.962 jumlah persalinan, dari jumlah tersebut terdapat 90,9 yang sudah merealisasikan KB PP dan KB PK, namun ia akan tetap mengedukasi masyarakat melalui penyuluh KB dan para kader di 13 kecamatan untuk terus mengkampanyekan hidup pencegahan stunting.

“Pasangan yang menunda kehamilan lebih lama dari 5 tahun, dapat memperbesar resiko kefatalan pada ibu yang sama pada waktu menghadapi persalinan pertama kalinya,” ungkapnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *