oleh

Dosen UNIBA Madura Nurlaily, Hanya Setahun Langsung Jadi Kepala Kajian Desa

Kabarmadura.id/Sumenep-Nasib mujur tidak diduga menghampiri dosen Jurusan Manajemen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Nurlaily Wulandari. Setahun mengabdi, posisi penting langsung direngkuhnya.

SYAHID MUJTAHIDY, SUMENEP

Di awal tahun 2020, dosen asal Jalan Lenteng Nomor 14C Kebunagung Sumenep ini terpilih menjadi Kepala Pusat Kajian Desa UNIBA Madura.

“Sebenarnya, saya tidak menduga bisa cepat mendapatkan amanah besar. Tidak hanya bisa mengajar, tapi juga dapat nimbrung dalam program-program kampus di Pusat Kajian Desa,” ujar Nurlaily kepada Kabar Madura, Selasa (7/7/2020) siang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Sumenep, 24 Mei 1984 tersebut menjelaskan, program Pusat Kajian Desa UNIBA Madura pada tahun 2019 lebih memberikan pendampingan dan pelatihan dalam pengembangan wisata, yakni Gua Soekarno.

Sementara itu, di era kepemimpinan Nurlaily, dirinya telah merencanakan untuk memberikan pelatihan kepada semua kepala dan perangkat desa se-Kabupaten Sumenep. Muaranya, dapat mewujudkan Desa Inovatif dan Desa Pintar.

“Selain menjadi konsultan dan pendamping wisata di Gua Soekarno, ada pelatihan juga. Kami bekerja sama dengan instansi terkait. Pelaksanaan pelatihan kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Sumenep untuk yang tahun ini guna mewujudkan Desa Inovatif dan Desa Pintar,” imbuhnya.

Di samping itu, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini sebelumnya telah berpengalaman bekerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai Operator Bagian Kependudukan.

Di samping itu, dia juga pernah bekerja sebagai Fasilitator Ekonomi dan Sosial di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Pemkab Sumenep.

Selain memiliki pengalaman kerja yang meyakinkan, Nurlaily juga gemar menulis. Dia mengaku telah meluncurkan satu buku yang berjudul Kewirausahaan.

Tak hanya karya berupa buku, artikel ilmiahnya juga dimuat di Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST). Judulnya “Urban-Independent Community Empowerment National Program in Indonesia: Do Effective Reduce Powerty?”

“Iya saya suka menulis juga, sudah punya buku juga yang berjudul Kewirausahaan dan artikel terbit di IJCST,” pungkasnya sembari tersenyum ramah. (idy/nam)

Komentar

News Feed