oleh

Double Job Jadi Tanggapan di Tahapan Lima Besar PPK Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Pengumuman hasil seleksi tes wawancara calon anggota pemilih kecamatan (PPK) untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun 2020 sudah usai. Pada Sabtu 15 Februari 2020, sudah masuk tahapan dari 10 besar menuju 5 besar berdasarkan perangkingan nilai sudah ditetapkan.

Namun, peserta peringkat 1 hingga 5 belum bisa bernafas lega. Sebab, masih ada tahapan berupa tanggapan masyarakat terkait kemungkinan prosedur yang tidak sesuai aturan.

Tanggapan itu disampaikan langsung secara tertulis dengan melampirkan foto copy identitas diri (KTP eletronik atau suket) serta dapat dilengkapi dengan bukti pendukung lainnya. dengan cara mendatangi kantor KPU Sumenep dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Komisioner KPU Sumenep Rofiqi Tanzil mengatakan, dari hasil tanggapam tersebut, sudah ada beberapa orang yang terindikasi double job, seperti jadi  penyuluh KUA dan honorer penerima tunjangan sertifikasi.

“Untuk mengetahui lebih detail, nanti ya, sebab hasil tanggapan masyarakat terhitung dari dari 15 sampai 21 Februari 2020,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu (16/2/2020).

Jika tanggapan masyarakat itu benar terjadi, jelasnya, maka kemungkinan tidak akan diloloskan. Selanjutnya, akan diambil di antara peraih rangking 10 besar. Mengenai penetapannya, rencananya dilaksanakan tanggal 27 hingga 28 Februari 2020. Setelah itu, akan dilantik pada 29 Februari 2020.

“Saat ini masih proses tanggapan masyarakat mengenai calon yang masuk 5 besar tersebut,” paparnya.

Rofiqi menjelaskan, peringkat 1 hinga 5 merupakan calon anggota PPK terpilih, sedangkan peringkat 6 hingga peringgkat terbawah, merupakan calon pengganti antar waktu jika ada kejanggalan dari 5 besar.

Tidak semua kecamatan yang ikut wawancara masuk 10 besar, dari 27 kecamatan di Sumenep, terdapat empat kecamatan yang tidak sampai 10 besar, yakni di Kecamatan Guluk-Guluk sebanyak 9 orang, Manding sebanyak 9 orang, Gayam sebanyak 9 orang, kemudian Nonggunong 7 orang. Alsannya, disesuaikan dengan keadaan dan kondisi.

“KPU akan terus mengupayakan lebih profesinonal dan melakukan seleksi. Sehingga, nantinya tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.

Sebelumnya, pengumuman 10 besar hasil tes wawancara, tertuang dalam keputusan rapat pleno anggota KPU Sumenep nomor 16/PP.04.2.-kpt/3529/KPU-Kab/II/2020. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed