DP Sampang Awasi BOP Rp16 M untuk 735 PAUD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PROGRAM: Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang janji awasi realisasi BOP PAUD sebesar Rp16 miliar.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sebanyak 735 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, akan mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP) tahun 2021. Bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat itu memiliki pagu anggaran sebesar Rp16 miliar.

Anggota Dewan Pendidikan (DP) Sampang Zainuddin menyampaikan, Disdik Samapang harus memastikan legalitas 735 lembaga PAUD penerima BOP tersebut. Pihaknya khawatir ada sekolah yang tidak punya legalitas yang jelas atau izin pendiriannya harus diperbaharui.

Bacaan Lainnya

Dirinya menambahkan, selain legalitas, Disdik Sampang juga harus memastikan keberadaan siswa yang ada di lembaga tersebut. Sebab, jika sekolah itu tidak memenuhi minimal rombongan belajar (rombel) harus dilakukan regrouping atau ditutup.

“Harus dipastikan, khawatir ada (PAUD, red) yang sudah waktunya ditutup karena siswanya tidak ada. Masak mau beri bantuan pada sekolah yang tidak ada siswanya,” tuturnya, Selasa (29/6/21).

Selain itu, pihaknya mendesak Disdik Sampang untuk tegas dan transparan dalam merealisasikan program BOP tersrbut.

Artinya, jika ada lembaga yang tidak layak dapat bantuan harus disampaikan sebenarnya. Karena, tidak menutup kemungkinan banyak lembaga yang hanya sebatas nama saja.

Di samping itu, sebagai bentuk kontrol pihaknya akan secara khusus menelusuri realisasi program BOP untuk PAUD tahun 2021 tersebut.

Langkah itu untuk memastikan agar program dengan pagu Rp16 miliar tersebut tidak dipermainkan. Sebab, pemerintah pusat merealisasikan program tersebut untuk penunjang pelaksanaan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sejak dini.

“Kami akan turut mengawasi realisasi program ini, karena program ini rawan. Jika nanti ada temuan, Dinas terkait harus mempertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan PAUD Disdik Sampang Muhammad Imran menyampaikan, 735 lembaga PAUD itu sudah ada di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sehingga, legalitas sudah jelas ada.

Selain itu, menyikapi adanya sekolah yang siswanya tidak memenuhi rombel, yang jelas akan dilakukan regrouping. Sebab, 735 PAUD itu sebelumnya sudah dilakukan regrouping dan ada beberapa lembaga yang ditutup karena siswanya tidak ada dan masuk kategori lembaga yang tidak produktif.

“Untuk sekolah yang tidak produktif sudah kami tutup. Jadi, 735 sekolah ini sudah jelas keberadaannya,” pungkasnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *