oleh

DP Sampang Minta Kejelasan Hasil Swab

Kabarmadura.id/Sampang--Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang, Zainuddin mengomentari terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan penerapan kurikulum dalam menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap kedua.

Pasalnya, konsep pemerintah daerah yang mengatur teknis pelaksanaan uji coba PTM dengan prokes tersebut, ternyata masih banyak siswa yang tidak mematuhi prokes saat keluar kelas, seperti duduk bersama dan tanpa memakai masker.

Selain itu ia menuturkan, di area perkotaan mungkin saja protokol kesehatan diminati oleh siswa, tetapi untuk wilayah pedesaan dinilai prokes tersebut minim untuk diterapkan, utamanya untuk siswa SD yang belum begitu paham akan pentingnya memakai masker dan bahaya dari wabah Covid-19.

“Penerapan prokes ini harus diperketat, utamanya untuk sekolah yang gurunya reaktif Covid-19, seperti di Kecamatan Torjun,” ucap Zeinuddin DP Sampang, Selasa (15/9/2020).

Bahkan ia meminta, semua guru segera dilakukan rapid test, sebab guru tersebut merupakan pendatang, sehingga ketika ada yang reaktif pemerintah, yakni dinas pendidikan (Disdik) segera buatkan kebijakan baru. Hal itu dilakukan, karena Zainuddin menginginkan sekolah jangan sampai menjadi cluster baru penyebaran wabah Covid-19.

Kemudian, yang paling penting untuk tujuh guru dari sekolah Kecamatan Torjun yang reaktif dipercepat hasil swabnya, sehingga bisa memastikan tujuh guru tersebut terinfeksi atau tidak.

“Semua guru harus dilakukan rapid test, dan untuk tujuh guru yang reaktif sampai saat ini belum ada kejelasan, dan jika tujuh guru tersebut terinfeksi maka segera lakukan tindakan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) Arifi, penerapan prokes harus lebih diperketat. Sebab, banyak siswa yang terlihat tidak mematuhi prokes, termasuk juga di area perkotaan.

Ditambahkan, banyak siswa yang tidak mematuhi prokes tersebut saat hendak keluar kelas, yakni tidak memakai masker dan masih bergerombol, dan ini sangat mudah terjadi paparan Covid-19.

“Semisal guru tidak mengeluarkan, sebelum orang tuanya yang menjemput itu datang, karena siswa itu menunggu jemputan jadi bergerombol,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksan tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nor Alam menyampaikan bahwa penerapan prokes sudah dilakukan, tetapi memang saat keluar kelas itu banyak siswa yang membuka maskernya. Adapun untuk siswa yang masih bergerombol itu, pihaknya menuturkan karena masih menunggu jemputan.

Selain itu, untuk memperketat prokes akan menginstruksikan guru untuk tidak mengeluarkan siswa sebelum yang menjemput datang, agar tidak bergerombol.

“Penerapannya akan diperketat. Adapun untuk yang tujuh guru yang reaktif itu memang belum keluar hasil swabnya, dan sekarang tujuh guru itu diisolasi, dan diganti guru lain,” singkatnya,(mal/mam).

Komentar

News Feed