oleh

DP3AKB Sumenep Kekurangan 7.340 Alkon

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pendistribusian alat kontrasepsi (alkon) di Kabupaten Sumenep saat ini tidak merata. Hal itu disebabkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumenep kekurangan stok. Sementara stok yang 4.500, sementara kekurangannya sekitar 7.340 alkon.

Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Sri Hartatik melalui Kasi Jaminan Pembinaan Kesertaan KB DP3AKB Sumenep Baiturrahim mengatakan stok alkon sangat terbatas. Sehingga diakuinya pendistribusiannya tidak merata kepada semua wilayah.

Menurutnya, alkon tersebar di 65 fasilitas kesehatan (faskes) di 27 Kecamatan. Namun, masing-masing wilayah kecamatan tidak menyeluruh. Masing-masing faskes harganya Rp1.803.000. Sehingga dalam satu tahun mencapai Rp117.195.000

“Kami masih akan mencari kekurangan alkon yang dibutuhkan masyarakat,” katanya, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, meski masih kekurangan stok, kami akan berusaha memaksimalkan program itu yang saat ini difokuskan pada puskesmas atau faskes yang melayani KB.

Baitur menambahkan, sangat penting untuk menggunakan alat kontrasepsi untuk mengendalikan pertambahan jumlah penduduk, membatasi angka kelahiran dan lainnya.

“Semoga kekurangan dapat terpenuhi,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, kekurangan stok alkon karena kurangnya perencanaan yang matang. Semestinya didata dulu baru dianggarkan.

“DP3AKB lalai dalam menjalankan program,” tuturnya.

Politisi PPP itu menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat harus diperketat. Agar masyarakat memahami akan pentingnya program yang dicanangkan tersebut. Jadi baginya tidak wajar ketika alkon yang sudah menjadi program tahuan masih terbilang kekurangan sampai dengan jumlah ribuan.

“DP3AKB Sumenep harus evaluasi,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

Komentar

News Feed