DP3AP2KB Pamekasan Peduli, Gencarkan Program Dashat untuk Meneka Angka Stunting

News51 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Demi menekan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan menggelar kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat Kampung Berkualitas (KB). Acara tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Budaya Wakil Bupati (Wabup), Rabu (30/8/2023). 

Kepala DP3AP2KB Pamekasan Munapik melalui Sekretaris dr. Hendarto mengatakan, tujuan pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung KB tidak lain hanya untuk meningkatkan realisasi program Inovatif Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). Secara umum, penekanan stunting tidak terlepas dari kerjasama semua pihak. Sebab stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. 

“Kondisi itu bisa ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, baik melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga:  Sampang Menyandang Predikat KLA tapi Kekerasan Seksual terus Meningkat

Menurutnya, langkah yang tepat untuk menekan angka stunting harus berbasis masyarakat. Sebab hal itu merupakan salah satu unggulan yang perlu digalakan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuannya, sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan, utamanya terhadap kelompok masyarakat di Kampung KB. Sedangkan program Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. 

Untuk cakupan program tersebut sebagai edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan bagi ibu hamil (bumil), ibu pasca melahirkan, ibu menyusui, balita dan calon pengantin (catin) yang berbasis bahan pangan lokal dan terjangkau, bercita rasa dan bergizi baik. “Dengan adanya praktik menu Dashat, para peserta bisa mengetuk tularkan kepada masyarakat lainnya.  Karena hal ini sangat penting untuk tumbuh kembangnya seorang anak, apalagi berbasis bahan lokal yang sangat terjangkau,” ucapnya.

Baca Juga:  Penyuluh Agama di Pamekasan Kurang Ideal, hanya Tersedia 111 dari Seharusnya 189 Orang

Pihaknya menuturkan, terlaksananya pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB paling tidak menguatkan kemitraan dan penyelenggaran Dashat di Kampung KB. Bahkan, mampu menjelaskan tentang peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam percepatan penurunan stunting, menambah informasi kepada masyarakat tentang gizi yang seimbang, dan yang paling penting mampu menyajikan menu bergizi seimbang dalam percepatan penurunan stunting.

“Semoga program Dashat di Kampung KB bisa terlaksana dengan optimal. Sehingga percepatan penurunan stunting bisa segera tercapai dan terealisasi. Apalagi, angka stunting di Pamekasan sesuai Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 38,71 persen, kemudian 2022 turun menjadi 8,10 persen,” tegasnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *