DPA Program Desmigratif Tak Kunjung Turun

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemerintah mencanangkan program desa migran produktif (Desmigratif) yang saat ini sudah turun data dari kementrian. Khusus di Kabupaten Pamekasan, ada dua desa yang akan dijadikan sasaran program tersebut. Kedua desa itu, yakni Desa Tebul Barat dan Desa Tampojung gua. Sayangnya, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masih belum turun, sehingga program tersebut tak kunjung terealisasi

Kasi Kerjasama sekaligus Plt Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Ali Syahbana mengklaim, DPA dimungkinkan turun pada pertengahan Juli atau Agustus mendatang. Diungkapkannya, untuk anggaran program tersebut, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni berkisar Rp70 juta.

“Kami saat ini masih menunggu DPA,” katanya, Minggu (7/7)

Ali berjanji akan segera menyelesaikan tugas berdasarkan amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Komunitas Pekerja Migran di Desa Migran Produktif. Bahkan menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing, untuk realisasi program tersebut.

dijelaskannya, khusus di Desa Tebul Barat program tersebut akan menyisir potensi kursus menjahit dan program pembuatan tape. Sementara  untuk Desa Tampojung Gua, program itu akan difokuskan pada pelatihan pembuatan kue dan pembuatan krupuk.

“Hal itu juga membantu janji politik bupati yang akan merencanakan program 10 ribu wirausaha baru,” paparnya.

Program tersebut bertujuan melakukan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan anggota keluarganya, serta mewujudkan perluasan kesempatan kerja, dan sebagai upaya menurunkan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural.

“Sasaran program tersebut didominasi oleh masyarakat desa pantura yang menjadi penyumbang terbanyak jumlah TKI/PMI,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur menyampaikan, program Desmigratif merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan membangun masyarakat desa produktif.

Sayangnya, program tersebut belum merata di wilayah Pamekasan, utamanya program infrastruktur sudah ditiadakan, hal ini menjadi evaluasi bersama utamanya dinas terkait sebagai leding sektornya.

“Saya berharap masyarakat senantiasa menyadari bahwa program desmigratif merupakan upaya pemerintah, agar seluruh masyarakat desa menjadi produktif tanpa harus bekerja ke luar negeri,” pungkasnya. (km45/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *