DPC PKB Sumenep Telusuri Bukti Video Asusila yang Diduga Oknum Kader

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) JAGA MARWAH PARLEMEN: GPPS saat menyampaikan surat soal dugaan video yang diperankan anggota DPRD Sumenep ke BK

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sumenep masih menelusuri video yang diduga pemerannya adalah anggota Fraksi PKB di DPRD Sumenep.

Hal itu guna membuktikan apakah video yang berisi dugaan adegan asusila yang ramai diperbincangkan itu benar-benar anggota Fraksi PKB. Sebab hanya dengan video itu, DPC PKB bisa mengambil langkah-langkah sesuai aturan internal partai.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Sumenep Kamalil Irsyad menyampaikan, pengurus DPC PKB Sumenep sudah mengambil sikap, yakni melakukan penelusuran.

“Kesulitannya, kami tidak dapat mengakses video yang dimaksud. Ayolah masyarakat bantu kami, perlihatkan, maka kami pasti ada sanksi jika itu benar anggota DPRD dari PKB,” kata kiai yang juga pernah menjadi anggota DPRD Sumenep itu, Senin (6/9/2021).

Jika dugaan video asusila itu benar dilakukan oknum kader partainya, politisi senior PKB itu memastikan akan memberikan sanksi sesuai pertautan partainya.

“Tentunya kami bakal menindak tegas jika itu terbukti,” tandasnya.

Terhadap ramainya publik terhadap dugaan video asusila yang disinyalir diperankan oleh oknum anggota DPRD Sumenep, Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS) menyampaikan surat laporan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep supaya secepatnya ditindaklanjuti.

Koordinator Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS) Ardiyanta Alzi Candra mengutarakan, tujuan melakukan gugatan yang dilayangkan ke BK DPRD Sumenep, agar dugaan video yang mirip anggota DPRD itu disikapi dengan serius.

“Tentunya, kami menunggu respon dari BK. Di sana (di dalam surat) sudah jelas tersampaikan bahwa pemberitaan yang meresahkan itu harus ditelusuri dan dibuktikan oleh BK,” kata Ardi, sapaan akrabnya.

Sebab yang perlu dijaga adalah nama institusi DPRD Sumenep. Sebab jika pemeran dalam video yang ramai jadi perbincangan publik di Sumenep itu bukan oknum dari anggota DPRD Sumenep, dinilai maka citra dan nama baik instansi wakil rakyat itu tidak tercemar.

Sementara itu, Ketua BK DPRD Sumenep Samioeddin menjelaskan, meski sampai saat ini keberadaan video itu belum bisa dibuktikan, pihaknya saat ini juga mencari bukti video guna membuktikan apakah benar-benar diperankan anggota DPRD Sumenep.

 

“Kalau sudah terbukti, sanksi akan dipasrahkan ke partainya,” tuturnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *