DPK Kabupaten Sumenep Gagal Jemput Manuskrip ke Belanda Tahun Ini, Pastikan 2021 Terlaksana

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) GAGAL: Penjemputan manuskrip ke Belanda terhambat anggaran, sehingga kondisi jasa peninggalan di Kabupaten Sumenep masih berantakan.

KABARMADURA.ID, SUEMNEP – Wacana penjemputan manuskrip ke Belanda harus gagal tahun ini. Salah satu indikasinya, anggaran belum memadai. Sehingga, keberadaan manuskrip masih terlihat berantakan dan tidak terkumpul di Gedung Arsip Kabupaten Sumenep. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan(DPK), Ahmad Masuni, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, penjemputan manuskrip ke Belanda harus gagal, setelah sebelumnya sudah konsultasi kepada bupati. Padahal, surat permohonan dari instansinya sudah masuk satu bulan yang lalu. Namun hingga saat ini, belum ada respon.  “Terhambatnya anggaran sangat menjadi kendala. Intinya, penjembutan manuskrip harus gagal, kami akan rencanakan tahun 2021 pada saat bupati baru nantinya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, penjemputan tersebut bertujuan untuk memastikan, semua manuskrip kuno di Sumenep sebagian ada di belanda. Sehingga, dapat diletakkan Gedung Arsip, yang saat ini sudah selesai dibangun harus diisi dengan manuskrip tersebut. Yakni, sejarah pegaraman di Kecamatan Kalianget, buku budaya saronin dan budaya Al quran, serta manuskrip lainnya yang dimungkinkan ada di Belanda.

“Misalnya buku sejarah atau manuskrip, akan dikumpulkan di satu tempat. Manuskrip sangat penting di arsip. Tetapi, karena tidak ada anggaran untuk dijemput, maka manuskrip masih kocar kacir,” ucapnya.

Dia berharap, Gedung Arsip Perpustakaan Daerah (Perpusda), nantinya juga akan diisi arsip bersejarah. Sehingga, para pengunjung bisa membacanya dan mengetahui sejarah Sumenep secara terperinci, serta jasa peninggalan yang sangat penting. Menurutnya,  harus menyediakan kurang lebih Rp60 Juta.

Sedangkan, ketersediaan anggaran masih digunakan ke program lainnya. Semisal, perbaikan jembatan serta bantuan lainnya,  seperti pengadaan perahu dan lainnya. “Kami sangat mengharapkan dan akan diperjuangkan tahun 2021,” ucapnya.

Diketahui, rencana penjemputan manuskrip sejak akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Rencana tersebut, dilakukan pengajuan serta estimasi anggaran. Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Perbup Nomor 29 Tahun 2008 tentang Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah pasal 110 disebutkan, bahwa Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi merupakan unsur pendukung penyelenggaraan pemerintah daerah bidang perpustakaan. (imd/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *