DPK Sumenep Belum Tentukan Prioritas Belanja Buku

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERKUNJUNG: Salah satu mahasiswi sedang melihat-lihat buku di Perpusda Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP  -Anggaran penambahan buku  baru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep menjelang akhir triwulan ketiga masih tidak terserap, bahkan belum direncanakan prioritas kebutuhan bukunya.

Kepala DPK Sumenep Ahmad Masuni mengatakan, untuk penambahan buku hanya dianggarkan Rp85 juta. Pihaknya tengah melakukan pendataan terkait kebutuhan prioritas penambahan buku baru.

Bacaan Lainnya

“Kalau realisasinya masih belum, perencanaan masih, termasuk kebutuhan buku seperti apa yang akan dibeli juga masih belum ada listnya,” katanya, Senin (23/8/2021).

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu menegaskan, jika melihat dari jumlah pengunjung selama ini yang mendominasi adalah mahasiswa, sehingga belanja buku akan diarahkan dengan pertimbangan pengunjung.

Sejatinya dia mengaku untuk anggaran pengadaan buku jauh dari harapan. Meski banyaknya permintaan buku baru, namun dinasnya hanya mendapat anggaran Rp85 juta. Jika melihat stok buku jika ingin lengkap, maka membutuhkan anggaran senilai Rp500 hingga Rp1 miliar.

Banyaknya, lanjut dia, buku sangat penting bagi perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Sebab, selama ini untuk menemukan update buku baru sangatlah sulit. Padahal, sangat penting untuk kemajuan para siswa dan mahasiswa, maupun masyarakat umum.

“Sementara untuk belanja buku Rp85 juta pasti terealisasi semua nanti,” tukasnya.

Diketahui, jumlah buku saat ini sebanyak 76.590 eksemplar, sedangkan judul buku sebanyak 44.008. Untuk pengunjung rata-rata dalam masa pandemi per hari sebanyak 50-60 orang, rata-rata per minggu sebanyak 35 orang, dan rata-rata per bulan sebanyak 45 orang.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samioeddin mengatakan, selain buku, yang perlu diperhatikan juga sarana dan prasarana yang perlu ditingkatkan. Salah satunya, dengan memperbanyak buku serta komputer yang memadai. Sehingga, para siswa atau mahasiswa betah saat berkunjung.

“Kami saat kunjungan ke perpusda banyak yang harus dibenahi, terlebih penunjang agar pengunjung betah dan ketagihan untuk berlama di perpus,” papar dia. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *