DPK Sumenep Janji Fasilitasi Perpus Khusus Difabel

  • Whatsapp
Kabar Madura, Kabar Terkini, Kabar Sumenep, Berita Madura, Berita Terkini, Berita Sumenep, Kabupaten Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep berencana membangun fasilitas perpustakaan untuk kaum disabilitas. Rencana tersebut diharapkan mampu memberi ruang dan kesempatan yang sama kepada kaum difabel itu.

Kepala DPK Sumenep Ahmad Masuni mengatakan, agenda pembangunan fasilitas khsusus bagi difabel tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya masih sedang merancang seperti apa format perpustakaan yang baik untuk masyarakat disabilitas.

Bacaan Lainnya

“Karena memang berbeda dengan perpustakaan seperti biasanya, misalkan desainnya, atau apa saja nanti yang akan disediakan di dalamnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Masuni menjelaskan, rencana tersebut ia gagas, karena baginya kaum disabilitas juga berhak membaca dan memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan perpusda.

“Semua manusia sama, bedanya kita dengan mereka mungkin hanya pada masalah fisik. Karena mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan fisik itu lah, maka kita perlu menyiapkan fasilitas yang mereka butuhkan untuk membaca dan mengembangkan minat literasinya,” ungkapnya.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Daftar Pemilih Tetap (DPT) bagi penyandang disabilitas tahun 2019 mencapai 872.764 orang. Artinya, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sumenep ini memang tinggi.

“Atas dasar itu lah, kami ingin segera mungkin memfasilitasi kebutuhan disabilitas,” ujarnya.

Aktivis Literasi Sumenep Anisa Busthami menyambut positif atas rencana pembangunan perpustakaan khusus kaum disabilitas tersebut.

Menurut alumni UTM Bangkalan ini, setiap orang itu punya hak untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang luas. Termasuk kaum disabilitas. Jadi, karena mereka memiliki keterbatasan fisik, maka sudah sepatutnya pemerintah memfasilitasinya.

“Perpustakaan untuk kaum disabilitas itu sangat penting. Model perpustakaan seperti ini juga pernah saya temui di tempat-tempat lain. Jadi inisiatif DPK ini harus direalisasikan secara nyata,” tukasnya. (km62/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *