DPK Sumenep Kebingungan, Anggaran Pengadaan Buku Rp85 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MINIM: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep mengeluh atas minimnya anggaran untuk fasilitas buku. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Fasilitas buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK ) Sumenep sangat minim. Hal itu sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, untuk penambahan buku hanya dianggarkan Rp85 juta.

Kepala DPK Sumenep Ahmad Masuni mengaku untuk anggaran pengadaan buku jauh dari harapan. Meski banyaknya permintaan buku baru, namun dinasnya hanya mendapat anggaran  Rp85 juta. Setidaknya, anggaran senilai Rp500 hingga Rp1 miliar. Dengan demikian, buku di perpustakaan umum daeerah (perpusda) itu lengkap.

Bacaan Lainnya

“Anggaran itu tidak wajar. Kebutuhan buku bagi pengunjung sangatlah banyak,” katanya, Senin (18/01/2020).

Banyaknya buku sangat penting bagi pemustaka. Sebab, selama ini untuk menemukan update buku baru sangatlah sulit. Padahal, sangat penting untuk kemajuan para siswa dan mahasiswa, maupun masyarakat umum.

“Minimnya anggaran atau kekurangan buku sangat tidak maksimal,” tukasnya.

Diketahui, jumlah buku saat ini sebanyak 76.590 exemplar, sedangkan judul buku sebanyak 44.008. Untuk pengunjung rata-rata dalam masa pandemi per hari sebanyak 50-60 orang, rata-rata per minggu sebanyak 35 orang, dan rata-rata per bulan sebanyak 45 orang.

Menurutnya, banyak inovasi yang telah dilakukan oleh perpustakaan, diantaranya mendongeng ke desa terpencil sambil lalu membaca buku. Kemudian, melakukan pelatihan atau manajemen perpustakaan di desa-desa. Termasuk naskah kuno tentang Sumenep mulai dilakukan.

“Inovasi terus kami lakukan demi kemajuan Sumenep,” ujarnya.

Dia juga mengakui Bahwa, pengunjung mengeluh tentang sarana prasarana seperti ruangan terkadang panas, dan juga terkait request koleksi buku dengan subjek-subjek tertentu yang diinginkan masyarakat.

Ditambahkan, ada sebanyak 29 kursi di perpusda, rinciannya 25 kursi di aula dan sebanyak 4 kursi di ruang. Dengan demikian, para pemustaka dapat menggunakan fasilitas yang ada. “Bukan hanya buku yang kurang memadai. Tetapi, tempat atau fasilitas juga perlu dilakukan penambahan,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep M.Syukri mengatakan, sarana dan prasarana di perpustakaan daerah perlu ditingkatkan. Salah satunya, dengan memperbanyak buku serta komputer yang memadai. Sehingga, para siswa atau mahasiswa betah saat berkunjung.

“kurangnya anggaran tidak menjadi alasan untuk tidak memadai. Tetapi, bagaimana DPK terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Bahkan, banyaknya buku yang hilang perlu dilakukan pencarian,” pungkasnya (imd/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *