DPKP Pamekasan Gelontorkan Rp8,7 Miliar untuk Program RTLH

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) Bantuan:  Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan  gelontorkan anggaran Rp1 miliar lebih untuk program RTLH. 

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan mencatat, untuk paket rumah tidak layak huni (RTLH) yang berasal dari  anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2021 ada sebanyak 500 paket dengan total taksasi dana Rp8,7 miliar, meningkat daripada tahun 2020, pasalnya program itu sangat membantu masyarakat dalam menjamin hunian warga yang berada di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam.

Menurut kepala DPKP Pamekasan, Muharram,  program RTLH tahun 2021 lebih banyak daripada tahun 2020, sebab Pemkab Pamekasan menginginkan masyarakat yang belum mempunyai rumah yang belum laik, bisa terbantu.

“Kami akan terus  menggencarkan program  RTLH untuk bisa membantu masyarakat yang kurang mampu,” papaparnya, Minggu (17/1/2021). 

secara rinci ia menjelaskan, bagi setiap penerima program RTLH diberikan alokasi sebesar Rp17.500.000, sedangkan untuk penerima tahun 2020 ada sebanyak 500 paket.  Jadi secara keseluruhan dianggarkan sebesar Rp8,7 miliar, adapun pada tahun 2019 hanya ada 464 paket RLTH, peningkatan ini adalah bentuk komitmen dalam mendorong kelayakan hidup masyarakat. 

“Program ini akan kami tingkatkan setiap tahunnya, sebab sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ulasnya. 

Sedangkan untuk progres pada tahapan pelaksanaannya, masih verifikasi data kepada setiap penerima, agar program tersebut bisa tepat sasaran.

“Harapan kami, bagi yang menerima bisa mempunyai tempat tinggal yang layak, minimal  ketika hujan tidak ada genteng yang bocor,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ismail,  meminta dinas terkait untuk bisa verifikasi data secara profesional, sebab di 13 kecamatan di Pamekasan, banyak rumah warga kondisinya  memprihatinkan.

“Masih belum banyak rumah yang tersentuh di 13 kecamatan itu, prioritas utama memang rumah masyarakat yang kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan,” tukasnya. (rul/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *