DPMD Bangkalan Pastikan 140 Desa Gelar Pilkades Serentak Tahun 2022

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LENGANG: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan akan mengkoordinasikan pelaksanaan pilkades serentak dengan bupati.

KABARMADURA.ID;SAMPANG-Sebanyak 140 desa di Kabupaten Bangkalan akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2022 mendatang. Namun hingga saat ini, belum ada ketentuan teknis pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Ahmad Ahdiyan Hamid, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, dari 140 desa terdapat sembilan desa yang mengharuskan menggelar pilkades. Enam diantaranya lantaran pimpinan tingkat desa meninggal dunia sebelum dilantik dan tiga desa lainnya bermasalah sebelum tahapan pilkades selesai. Sedangkan untuk tahapannya saat ini memang belum dirancang.

Sebab kondisi pandemi covid-19 menyebabkan tidak bisa dipastikannya kejelasan secara detail mengenai pelaksanaannya.”Kami minta izin dulu ke pak bupati. Kami tidak menginginkan seperti daerah lain yang kemudian diberhentikan sebelum pemungutan. Makanya kami belum bisa menentukan tahapannya, tapi yang pasti di 2022 nanti,” ujarnya.

Pihaknya memaparkan, jika melihat berakhir masa jabatan kades, harusnya pesta demokrasi tingkat desa dilaksanakan pada tahun 2022. Sedangkan untuk 9 desa yang gagal Pilkades tahun 2021 dan juga kades terpilih meninggal sebelum dilantik akan dikonsultasikan kembali.

“Meskipun kemungkinan akan di ikut sertakan pada tahun 2022 nanti. Kami tunggu instruksi dan arahan bupati juga,” jelasnya.

Disinggung mengenai Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) tingkat kabupaten, pihaknya belum bisa memastikannya. Apakah tetap melanjutkan anggota yang lama atau ada perombakan ulang. Sebab ada salah satu anggota yang meninggal dunia. “Kami juga minta petunjuk dan arahan bupati terkait TFPKD juga. Karena ada yang meninggal, saudara Acik, kami turut berduka cita,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Politik di Bangkalan Ahmad Fahri memperkirakan pilkades tahun 2022 nanti lebih kondusif daripada sebelumnya. Sebab pemerintah daerah sudah bisa melakukan evaluasi dari pilkades pada gelombang pertama di tahun 2021 kemarin. “Kalau bisa mengevaluasi saya kira nanti bisa lebih kondusif,” responnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *