oleh

DPMD dan BRI Sampang Dinilai Tidak Serius Salurkan BLT DD

Kabarmadura.id/SAMPANG-Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Alan Kaisan menilai, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang beserta Bank Rakyat Indonesia (BRI) tidak serius dalam menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD).

Pasalnya, hingga Agustus 2020,baru 101 desayang mencairkan BLT DD tahap III. Bahkan, dari jumlah tersebut, 50 persennya dilakukan secara tunai, yakni tanpa melalui ATM.Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 40 Nomor 7 Tahun 2020 harus melalui ATM.

Ketentuan tersebut juga sudah disepakati bersama oleh DPMD dan BRI pada Juli lalu dan keduanya menyatakan siap. Sebab, PMK itu sudah terbitsebelum BLT-DD tahap I disalurkan. Namun nyatanya, hingga realisasi penyaluran tahap III masih ditemukan penyaluran BLT DD di lakukan secara tunai.

Alan menambahkan, penyaluran BLT-DD tahap III seharusnya telah tuntas akhir Juli 2020 lalu. Hal itu juga sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Namun, nyatanya jadwal penyaluran  BLT-DD di Kota Bahari ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan.

Sementara, kini telah masuk pekan ketiga Agustus 2020, namun penyaluran BLT-DD tahap III masih tersisa 79 desa dari 180 desa di Sampang. Data itu dia dapatkan seusai kedua lembaga tersebut  di ruang komisi besar DPRD Sampang, (19/8/2020).

“Kesepakatan awal pihak penyalur maupun OPD terkait telah menyatakan kesanggupan akhir Juli atau paling tidak awal Agustus 2020 lalu sudah tuntas, namun nayatanya hingga pekan ketiga hanya 101 desa yang sudah menyalurkan,” terangnya, Kamis (20/8/2020)

Dengan kasus ini, pihaknya berjanji akan mengkroscek ke desa-desa yang melakukan penyaluran BLT secara tunai, untuk memastikan penyaluran BLT-DD itu tepat sasaran dan juga memastikan jumlah nominal Rp600 ribu itu diterima utuh oleh masyarakat penerima manfaat. Sebab,dia khawatir ada pengurangan nominal dalam realisasi penyaluran sistem tunai itu.

“Sistem penyaluran BLTD-DD harus secara nontunai. Tapi di Sampang masih menggunakan sistem tunai, ini sudah menunjukkan ketidakseriusan DPMD dan BRI dalam menjalankan program ini, sebab sebelumnya mentakan bersedia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah membenarkan bahwahingga Selasa, 18 Agustus 2020, proses penyaluran bansos BLT-DD tahap III baru terealisasi di 101 desa dari total 180 desa se-Kabupaten Sampang.

“Per hari Selasa kemarin masih 101 desa, jadi sekarang bertambah, dan target penyaluran ini selesai bulan Agustus 2020 ini,” katanya.

Terkait keterlambatan dan sistem penyaluran yang masih secara tunai, dia menilai, hal itu menjadi ranah BRI sebagai pihak bank penyalur BLT-DD tersebut.

“Soal itu tanyakan ke BRI, karena pencairan itu sudah ranah BRI dan uangnya sudah di BRI, dan untuk mencairan tunai itu memang ia, dan yang menyalurkan itu dari pihak BRI,” singkatnya.

Sayangnya, pihak FO Bank BRI Ria tidak meresponsaat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed