oleh

DPMD Sumenep Perbolehkan 44 Desa Cairkan DD

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Memasuki akhir triwulan pertama, tercatat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep masih lebih separuh desa yang belum bisa mencairkan dana desa (DD).  Hal tersebut  dikarenakan rata-rata desa masih belum menuntaskan laporan rencana belanja DD tahun 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Desa (Pemdes) DPMD Sumenep Supardi mengatakan, dari 334 desa dan kelurahan, sudah ada yang bisa mencairkan anggaran pendapatan asli desa (APBDes). Namun masih tidak sebanding dengan jumlah keseluruhan desa di Kota Keris ini.

“Kalau DD menunggu desa laporan dari sebagian desa, tapi kalau ADD kan wilayah kabupaten, sementara belum ada petunjuk ke desa-desa. Kalau sudah mencairkan masih belum sampai 100 desa,” katanya, Kamis (4/3/2021).

Pardi menyebutkan, ada 44 desa yang sudah mencairkan. Yang masih proses SP2D masih 24 desa. Artinya desa yang masih belum bisa membelanjakan DD lebih mendominasi. Salah satu sebabnya desa masih kesulitan membuat kerangka belanja, terutama untuk pembelian penanggulangan Covid-19.

Sementara untuk alokasi dana desa (ADD) sendiri, masih belum direncanakan, sebab secara teknis masih belum ada petunjuk. Untuk tahapan pencairan desa masih belum ditentukan pelaporannya, apakah diunggah atau kembali secara manual seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dia menuturkan, pihaknya juga belum mengetahui terkait proses pencairannya. Artinya pihak Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Sumenep belum memberikan kepastian terkait teknisnya.

“Kalau ADD masih belum bisa diproses karena kami juga menunggu petunjuk dari BPKAD, apakah laporan itu diupload apakah langsung dikirim secara manual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Anggaran BPKAD Sumenep Fardiansyah mengatakan, untuk teknisnya pihaknya masih belum bisa memastikan. Saat ini masih belum ada penjelasan atau petunjuk soal teknis pencairan ADD.

“Kayaknya akan kembali ke simpral lagi. Tapi mekanismenya masih proses,” papar dia.

Sekadar diketahui tahun 2021 pagu besaran DD adalah Rp337.720.100.000. Sedangkan ADD Rp119.431.876.200 untuk seluruh desa di kabupaten paling timur Pulau Madura ini. (ara/mam)

Komentar

News Feed