DPMPTSP dan Naker Pamekasan Kirim 120 Orang Ikut Pelatihan Melinting Rokok selama 10 Hari


DPMPTSP dan Naker Pamekasan Kirim 120 Orang Ikut Pelatihan Melinting Rokok selama 10 Hari
(DPMPTSP DAN NAKER FOR KM.ID) TENAGA KERJA BARU: Para peserta pelatihan tengah belajar melinting rokok di PR. Sultan Jaya di Desa Sokolelah, Kecamatan Kadur..

KM.ID I PAMEKASAN -- Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP dan Naker) Pamekasan merekrut 120 orang untuk mengikuti pelatihan melinting rokok.

120 peserta ini dibagi menjadi enam paket atau kelompok. Masing-masing kelompok berisi 20 orang. Pelatihan yang masing-masing paket digelar 10 hari itu dimulai sejak 11 Juli 2022.

Pelatihan ini digelar di dua perusahaan rokok. Yakni dua paket pelatihan di PR. Sultan Jaya, Desa Sokolelah, Kecamatan Kadur dan empat paket di PR. Empat Sekawan di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.

Sementara anggaran pelatihan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2022.

Pemilik PR. Sultan Jaya, H. Bustami, mengaku bangga sebab perusahaannya dipercaya menjadi tempat pelatihan melinting rokok dan pihaknya diberi wewenang untuk mengajari para peserta tentang cara melinting yang bagus dan rapi.

"Ini timbal balik yang baik, kami mengajari peserta, dan pelatihan ini diharapkan bisa bermanfat ketika mereka kerja di sini," terangnya saat dihubungi KM.ID, Jumat (9/9/2022).

"Sebagaimana yang tertuang di dalam MoU, kami juga akan merekrut mereka menjadi karyawan tetap di sini," imbuhnya.

Lebih jauh lagi, kata H. Bustami, pelatihan dengan model MoU ini bisa mengangkat derajat orang banyak dari sisi ekonomi. "Ini bermanfaat betul," terangnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Amsyiah, mengaku harus berterima kasih kepada pemerintah yang telah menggelar pelatihan ini. Dia menyebut, pelatihan ini membantu perekonomian keluarganya.

"Penghasilan sebelumnya tidak menentu, sebab hanya bertani, dapat uangnya tidak jelas, harus nunggu masan panen, itu pun kalau tidak rugi," curhatnya.

Saat ini, lanjut Amsyiah, lowongan pekerjaan sulit didapat. Apalagi hanya berijazah SMA. "Semoga pelatihan semacam ini terus berjalan, sebab banyak masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

Reporter: M. Arif
Redaktur: Ongky Arista UA