oleh

DPMPTSP Sampang Gagal Penuhi Target Investasi

Kabarmadura.id/Sampang-Upaya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang, untuk menggaet investor agar berinvestasi di daerah yang berjuluk Kota Bahari belum maksimal. Terbukti, DPMPTSP belum mampu memenuhi target investasi yang sudah dipatok pada tahun 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Pelaksanaan dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Sampang Abdul Adim mengatakan, target investasi 2019 sebesar Rp438 miliar. Namun realisasi investasi yang masuk hanya Rp422,5 miliar.

Menurutnya, berdasarkan jumlah pelaku usaha yang terdata, terkait modal usahanya selama satu tahun, kurang lebih sudah mencapai Rp542 miliar. Tetapi realisasi di lapangan investasi yang masuk hanya Rp422,5 miliar.

Sebab, dalam Online Single Submission (OSS) itu, setiap usaha yang diajukan untuk mendapatkan izin, baru akan efektif manakala sudah memenuhi semua komitmen, meliputi IMB, izin lingkungan dan sebagainya.

Namun di Kabupaten Sampang, masih ada sebagian usaha yang sudah terdata tetapi belum efektif, sehingga tidak dimasukkan dalam realisasi investasi.

“Seandainya semua usaha yang terdata ini sudah efektif, maka realisasi investasi tahun 2019 ini sudah melampaui target yang ada,” sesumbarnya, Selasa (7/1/2020).

Dirinya menjelaskan, investasi yang masuk tersebut terdiri dari semua sektor usaha, meliputi konstruksi, perdagangan dan sebagainya. Namun selama ini investasi masih didominasi sektor perdagangan, sekitar 70 persen.

Pihaknya berjanji, kedepan akan terus mendorong geliat investasi dengan cara memaksimalkan promosi semua potensi daerah. Utamanya sektor perikanan dan pariwisata. Di sisi lain, pihaknya juga akan mengundang para pelaku usaha dengan skala besar dari berbagai daerah atau para investor untuk menanam modal di berbagai sektor di Sampang.

Sebab diakuinya, selama beberapa tahun terakhir, Kabupaten Sampang belum pernah sekalipun dimasuki oleh investor luar dengan skala besar. Hal itu lanjut dia, untuk memenuhi target investasi tahun 2020 yakni sebesar Rp499,5 miliar.

“Kedepan, kami sangat optimis investasi yang masuk akan meningkat, mengingat bupati sangat konsen terhadap peningkatan investasi dari berbagai sektor, seperti wisata, pelabuhan, perikanan dan lain sebagainya,” klaimnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed