DPMPTSP Sumenep Longgarkan Objek Wisata Buka tanpa Izin Lengkap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK LENGKAP: DPMPTSP tidak langsung memberikan sanksi terhadap pariwisata yang masih belum mengantongi izin.

KABARMADURA.ID, Sumenep –Meskipun belum mengeluarkan izin secara lengkap, namun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep tetap memberikan kelonggaran terhadap sejumlah destinasi pariwisata untuk buka.

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan DPMPTSP Sumenep Kukuh Agus Susanto menjelaskan, ada sebagian proses perizinan destinasi wisata yang masih belum sepenuhnya tuntas.

Bacaan Lainnya

“Ada dua destinasi pariwisata untuk tahun ini yang masih belum rampung, tapi sudah diproses untuk kelengkapan atau kekurangan dari persyaratan, baik secara fisik maupun non fisik,” katanya, Selasa (20/10/2020).

Dua destinasi pariwisata yang dimaksud, adalah Gua Soekarno di Kecamatan Pasongsongan dan E-Kasogi di Kecamatan Saronggi. Namun keduanya direkomendasikan tetap beraktivitas sambil lalu melengkapi berkas-berkasnya.

Kukuh menambahkan, yang menjadi pertimbangan diberikan kelonggaran dikarenakan dalam masa uji coba, sehingga jika diperketat, maka akan mengganggu atau dirasa kurang peka terhadap proses untuk membangun sektor destinasi wisata.

“Kalau baca aturan, sebelum ada izinnya tidak boleh beroperasi, tapi kan kami masih memberikan kesempatan agar tetap beraktivitas sambil mengurus kelengkapan izin. Kami harus paham juga, ya kalau langsung banyak pengunjungnya, kalau tidak, kan rugi, apalagi masa sekarang ini lagi ditutup,” imbuhnya.

Namun pihaknya selaku koordinator tim perizinan bersama dengan dinas teknis, tetap mempunyai kewajiban mendesak kelengkapan tersebut, misalnya salah satu adalah dokumen lingkungannya.

Sementara itu, tim Satgas Covid-19 Sumenep Rahman Ready mengatakan, sampai saat ini untuk aktivitas pariwisata di masa mewabahnya Covid-19 ini masih belum direkomendasikan untuk dibuka, sehingga secara otomatis tidak ada pasukan.

“Yang direkomendasikan penunjang pariwisata, semisal hotel, rumah makan, restoran dan penunjang lainnya,” paparnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *