DPP3AKB Kabupaten Pamekasan, Pastikan tidak Akan Terjadi Ledakan Bayi di Pademi Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMMA SYARIF) PREDIKSI: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Kabupaten Pamekasan, menilai tidak akan terjadi ledakan bayi meski kondisi masyarakat harus stay at home.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Pamekasan, memprediksi tidak akan terjadi ledakan bayi, meski beberapa bulan masyarakat work from home (WFH) selama kurang lebih 4 bulan. Bahkan, sesuai data tidak menunjukan lonjakan angka kelahiran bayi.

Kepala DPA3KB Pamekasan, Yudistinah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB) Sorjati, mengatakan berdasar perbandingan data dari tahun 2019, dan tahun 2020 per Bulan November, angka kelahiran bayi terbilang cukup stabil. Di tahun 2019, jumlah persalinan sebanyak 9.879, sedangkan untuk tahun 2020 ada 9.846.

Bacaan Lainnya

“Tidak terjadi ledakan bayi, jika  berdasar data persalinan. Sebenarnya, prediksi kami sementara, di Pamekasan ini tidak akan terjadi baby boom, karena langkah-langkah kami, sudah dilakukan antisipasi,” paparnya, Selasa (15/12/2020).

Jika dilihat data perbulannya, di tahun 2020 jumlah terbanyak persalinan berada di bulan Mei tahun 2020. Sedangkan, angka persalinan paling rendah  berada di Bulan November, karenanya dipastikan untuk ledakan bayi secara umum tidak akan terjadi.

“Jadi kami sering melakukan sosialisasi dan koordinasi   dengan webinar dan zoom meeting hingga lapisan yang paling bawah,” paparnya.

Diakuinya, untuk kesadaran pengaturan kehamilan merupakan program kerjanya. Sejauh ini, lumayan sangat direspon baik oleh masyarakat. Sehingga, untuk penekanan agar bisa mengatur persalinan bisa tercapai dengan baik.

“Peran masyarakat, untuk pemakaian alat kontrasepsi cukup tinggi, jadi terhadap program perencanaan keluarga, pengaturan kelahiran, kehamilan bisa bertambah kesadarannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Rida’I, menyampaikan, untuk program pendampingan kepada masyarakat bisa lebih ditingkatkan, melalui berbagai program yang ada. Sehingga, tidak hanya terkesan membuang-membuang anggaran untuk program yang direalisasikan.

“Kami harapkan kerjanya harus profesional, dan cekatan untuk melayani masyarakat,” tukasnya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *