DPRD Bangkalan Rombak Keanggotaan AKD, Mengapa?

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan merombak susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Penetapan perubahan susunan AKD berlangsung di Gedung DPRD Bangkalan, Kamis (03/09/20).

Langkah tersebut ditempuh karena ada peristiwa salah seorang wakil rakyat meninggal. Muaranya, dilakukan pergantian antar waktu (PAW).

Sehubungan dengan meninggalnya Mujiburrahman berubah pula keanggotaan di AKD, posisi Mujiburrahman digantikan oleh Hatta Khunaifi. Sedangkan posisi Hatta Khunaifi digantikan oleh Mishbahul Wathoniyah.

Mbak Uul, sapaan akrab Mishbahul Wathoniyah, merupakan PAW Mujiburrahman yang meninggal dunia dan telah dilantik pada Senin (31/8/1020).

Mbak Uul mengatakan, proses PAW dari awal hingga akhir tidak ada hambatan satupun. Proses itu lancar dan cepat.

“Alhamdulillah dari awal prosesnya lancar. Sampai sekarang lancar dan cepat. Saya senang,” ujarnya.

Seorang dokter yang sebelumnya magang di puskesmas Tanjung Bumi itu sekarang sudah resmi dilantik sebagai anggota DPRD Bangkalan. Dia pun resmi masuk di keanggotaan AKD DPRD Kabupaten Bangkalan. Mbak Uul merupakan lulusan kampus Wijaya Kusuma Surabaya.

Sesuai dengan profesinya, Mbak Uul bertekad akan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya di bidang kesehatan.

“Tentunya saya akan berkoordinasi dengan masyarakat. Juga pekerja kesehatan. Nanti saya akan menjadi penengah guna menampung aspirasi dari masyarakat,” terangnya.

Ketua DPD PKS Bangkalan Ahmad Mustamin menjelaskan, dalam proses pengajuan PAW memakan waktu selama dua bulan. Diakuinya itu merupakan sebuah prestasi.

“Memakan waktu persis dua bulan. Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami. Sebab, ketika mengurus PAW, ini diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga tidak ada hambatan satu pun,” katanya.

Untuk diketahui, Mbak Uul adalah seorang politisi dari partai PKS. Ia memperoleh suara sekitar 5.000 pada saat pemilu tahun lalu. Mbak Uul berada di nomor urut kedua setelah Mujiburrahman yang meninggal dunia.

“Beliau ada di urutan kedua dengan perolehan suara sekitar 5.000 suara. Jadi secara otomatis beliau yang menggantikan Mujiburrahman,” ujar Mustamin.Th

Tidakanya itu, dari pihak partai juga memverifikasi secara langsung terkait kesediaan, kesiapan kemudian terkait administrasi. Ketika semua sudah lengkap, langsung diajukan proses PAW. (SALMAN/NAM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *