oleh

DPRD Bangkalan Temukan Rp18 M untukBelanja 600 Kardus Sampah Medis

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Realisasi anggaran dana insentif daerah (DID) terus dipersoalkan. Terkini, ditemukan pembelian kardus sampah medis seebsar Rp18 miliardana bantuan tidak terduga (BTT) tersebut.

Temuan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan tersebut diungkap anggota Banggar DPRD Bangkalan Muhammad Hotib.

Hotib mempertanyakan anggaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tersebut. Sebab, kardus sampah itu tercatat dari hasil penggunaan BTT tanggal 31 Agustus tahun 2020 sebanyak 600 buah dengan ukuran kardusnya yaitu 70x50x40.Kata dia, tidak masuk akal jika hanya 600kardus sampah dianggarkan sebesar Rp18 miliar.

“Yang lebih menyakitkan yakni pada Dinkes ada belanja sebesar Rp18 miliar hanya untuk kardus sampah,” ujarnya, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, realisasi BTT penanganan Covid-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan juga dipersoalkan. Anggota Komisi ADPRD Bangkalan ini merasa bahwa Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Bangkalan tidak transparan.

Sebab, ketika pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2020 tidak dijelaskan secara rinci. Akan tetapi, hanya dijelaskan secara akumulatif atau gelondongan. Dalam realisasinya, Dinsos menganggarkan Rp6,9 miliar untuk bantuan sosial (bansos) paket sembako kepada 367 disabilitas dan 46.170 santri pondok pesantren.

“Menurut saya, ini tidak jelas peruntukkannya siapa. Sebab, timgar tidak menjelaskan pondok pesantren mana saja yang diberikan bansos. Laporannya hanya ditulis anggaran sekian untuk berapa orang sekian,” paparnya.

Untuk itu, dia meminta agar Timgar ini transparan dan diperjelas lagi sebagai bentuk tindak lanjut rekomendasi dari evaluasi gubernur agar tidak terjadi temuan dari BPK. Juga  disesuaikan dengan Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 mengenai pengutamaan PAK untuk pemulihan ekonomi.

Dia juga meminta agar BTT benar-benardibelanjakan untuk kegiatan pemulihan ekonomi. Seperti salah satunya padat karya tunai agar yang bekerja masyarakat. Sehingga, keterlibatan masyarakat dalam pemulihan ekonomi berperan dalam hal produktivitas di daerahnya.

“Ternyata Timgar tidak melihat peluang itu, padahal selain BTT ini Pemkab Bangkalan juga mendapatkan kucuran DID sebesar Rp27 miliar,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengungkapkan, bahwa seingatnya anggaran tidak sebesar itu. Dia enggan menjelaskan secara rinci dan pasti realisasi dan peruntukkan pembelian kardus sampah medis itu.Pihaknya hanya menjelaskan, dari anggaran untuk pembelian kardus sampah yang terserap hanya Rp10 miliar.

“Serapan total hanya Rp10 miliar,” tutupnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed