DPRD Desak Rombak Manajemen RSUD dr. Moh. Zyn

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) ABAIKAN PELAYANAN: Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Kabupaten Sampang usir dan tolak melayani pasien.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Belum optimalnya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Kabupaten Sampang, kian menjadi sorotan para wakil rakyat. Mereka menilai, perlu adanya perubahan atau perombakan manajemen rumah sakit. Hal tersebut diungkapkan, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang, Moh. Iqbal Fatoni, Kamis (21/01/2021).

Menurutnya, usulan itu dinilai penting mengingat banyaknya keluhan dari masyarakat. Sehingga perlu penyegaran untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. “Saya rasa di rumah sakit perlu adanya perombakan. Sudah terlalu lama kami mendapatkan keluhan dari masyarakat,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, perubahan manajemen diyakini akan membawa perubahan. Sebab, dalam bidang apapun perlu dilakukan penyegaran. Sehingga komitmen kinerja meningkat. Laki-laki yang akrab disapa Bung Fafan itu mengaku, sering mendapatkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien. Termasuk sejumlah pasien cuci darah.

Adanya penolakan terhadap pasien cuci darah memang dibenarkan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani akan membahayakan nyawa pasien. “Saya kebetulan banyak kenalan dengan pasien cuci darah. Mereka ditolak dengan alasan cuti. Padahal itu tidak dibenarkan,” ucapnya.

Aktivis dewan kesehatan rakyat itu tidak menampik adanya perubahan pelayanan di rumah sakit. Sejumlah kelalaian masih dilakukan oleh petugas medis. Pemberlakuan reward dan punishment belum diterapkan di rumah sakit. Sehingga, masih banyak petugas medis melakukan tindakan yang kurang baik.

Pihaknya meminta, rumah sakit memberikan sanksi kepada petugas medis yang nakal. Namun, selama ini dinilai ada pembelaan dari manajemen rumah sakit. Sehingga, petugas yang melakukan kesalahan merasa perlindungan.

“Yang bersalah harus disanksi bukan dibela. Jika dibela maka akan terus mengulangi kesalahan. Karena terlindungi,” paparnya.

Selain itu, di masa pandemi pihaknya meminta rumah sakit meyakinkan kepada masyarakat. Jika semua pasien yang dirawat, tidak dikatakan menderita Corona. Sebab, selama ini menjadi kekhawatiran kepada masyarakat untuk dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Moh Zyn Kabupaten Sampang, dr Titin Hamidah belum bisa memberikan keterangan. Meski berbagai upaya dilakukan, baik melalui konfirmasi melalui via WA maupun di datangi langsung ke tempat kerjanya nihil respon. Bahkan, dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *