DPRD Kabupaten Sampang Curigai Kasus Pemotongan Jaspel tidak Dilanjutkan

  • Bagikan
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang tidak ditemukan pelanggaran hukum.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penanganan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi untuk honor jasa pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan di Puskesmas Robatal mulai menjadi bahan perbincangan. Pasalnya, dinilai janggal dari hasil gelar perkara pertama. Bahkan, disinyalir penyelidikan kasus rawan dihentikan. Sebab, pada gelar perkara yang dilakukan tidak ditemukan pelanggaran hukum.

Padahal, sejumlah saksi dan bukti adanya praktik pemotongan sudah jelas. Kasus tersebut, ditangani oleh Unit tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Sampang. Namun, penanganan kasus menunggu hasil tim auditor yang ditunjuk kepolisian. Hal itu diungkapkan, Anggota Komisi I DPRD Sampang, Aulia Rahman, Rabu (13/01/2021).

Menurutnya, gelar perkara yang dilakukan polisi terindikasi memberikan sinyal tidak baik. Sebab, bisa saja polisi tidak melanjutkan kasus dengan alasan tidak ada bukti pelanggaran hukum. “Sangat janggal, jika polisi tidak menemukan pelanggaran hukum. Rp50 rupiah saja masuk pemotongan sudah pelanggaran hukum,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, mencuatnya kasus berasal dari penerima yang dirugikan. Terungkap, jika ada pemotongan terhadap keuangan yang bersumber dari anggaran Negara. Terlebih, korbannya sudah jelas kecewa dengan adanya pemotongan. Pihaknya mendesak, agar kasus itu diusut tuntas. Meski nilai dari hasil penyelidikan tidak besar.

“Karena pelanggaran tetap harus mendapatkan sanksi. Jika dibiarkan, maka akan bermunculan kasus serupa di Kabupaten Sampang,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, dugaan pemotongan dana kapitasi dilakukan oleh beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Disinyalir, dana itu dikurangi sebesar 13 persen. Sementara penerima honor Jaspel sebanyak 44 orang tidak menerima honor secara utuh. Terungkapnya kasus lantaran terdapat salah satu penerima membeberkan adanya pemotongan.

Diakui jika pemotongan honor setiap penerima sebesar 13 persen. Pemotongan dilakukan oleh oknum dengan alasan untuk uang partisipasi pembayaran tenaga sukarelawan. Sedangkan, diketahui masih banyak tenaga sukarelawan atau sukwan tidak menerima dana partisipasi.

Baca juga  Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Sampang Belum Disalurkan

Sehingga, diduga kuat pemotongan honor Jaspel dinikmati beberapa oknum di Puskesmas Robatal. Rata-rata pemotongan dana jaspel sebesar Rp. 400 ribu dari setiap penerima honor. Penerima yang seharusnya menerima Rp. 2,9 juta, maka dengan adanya pemotongan menjadi Rp. 2,5 juta.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kanit III Tipikor, Ipda Indarta Hendriansyah mengaku dalam gelar perkara memang tidak ditemukan pelanggaran hukum. Pihaknya tidak menyangkal, sejumlah saksi selesai diperiksa. Sedikitnya, puluhan saksi yang dimintai keterangan. Namun, saat gelar perkara belum ditemukan adanya pelanggaran hukum oleh salah satu pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang.

“Kami sudah gelar perkara. Tapi tidak ditemukan pelanggaran hukum,” ungkapnya. (man/ito)

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan