oleh

DPRD Pamekasan Gelar Sidang Paripurna Gunakan Bahasa Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menggelar rapat paripurna Istimewa. Rapat kali ini berbeda dari rapat sebelumnya, para wakil rakyat harus ekstra energik. Pasalnya paripurna digelar dalam dua sesi, pada Senin (04/11).

Sesi pertama paripurna pembahasan khusus dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) Pamekasan yang ke 489, menggunakan bahasa Madura. Sedangkan sesi ke dua paripurna tentang jawaban pemandangan umum (PU) fraksi terkait APBD 2020.

Seluruh tataran pejabat pemerintahan teras atas hadir mengikuti sidang paripurna. Masing-masing, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Raja’e, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Totok Hartono dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, nuansa peringatan Harjad Pamekasan setiap tahun memang digelar secara khusus. Bahkan, tutur bahasa yang digunakan juga khusus. Yakni menggunakan bahasa Madura.

Salah satu tujuanya, untuk melestarikan budaya Madura. Sehingga nilai-nilai yang terkandung bisa melekat di setiap individu masyarakat. Pihaknya mengaku sangat bangga menjadi warga asli Madura.

beden kauleh nyo’onah edih seasma epon se nyeppoeh sareng sadejeh anggota DPRD mator salakangkomg dek ka para rabu se ampon sooddih angarbui papangkiyen areh mangken, malar moghe ecatet sareng allah subhanahuwa ta’ala minangka deddih amal sholeh,” ucap Fathor Rohman selaku pimpinan sidang.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan itu menjelaskan salah cara untuk mengingat para pendiri dalam menanamkan sikap perjuangan pada masa dahulu yakni dengan memperingati Harjad kabupaten yang identik dengan slogan gerbang salam.

“beden kauleh se nyeppo’eh epon anggota DPRD Pamekasan ngatoraki salamet mongku dek partengkan ngomodih areh deddinah kabupaten Pamekasan se-kapeng 489 se- kaleresan e tanggel tellok nopember 2019,”ucapnya.

Mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan itu berharap dengan bertambahnya usia berdirinya Kabupaten Pamekasan setidaknya para pemangku kebijakan semakin matang menjadikan daerah semakin maju dan mampu mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Malar moghe sareng atambenah omor mekkasen bedhi sajjen dibesah sareng makowat bek abek minangka kottah pendidikan, kottah betek sareng kottah gerbang salam se etandhei sareng ka aghema’an budajeh maddhe sareh se sekken dek katatakrama’an andhep asor saenggeh pamekasan deddhih baldatun toyyibatun wa robbun wafur,” tukasnya. (rul/ito/adv)

Komentar

News Feed