DPRD Pamekasan Persoalkan Kebocoran Parkir

  • Whatsapp
BERAKTIVITAS: Masyarakat sedang memarkir kendaraan di lokasi parkir Pasar Kolpajung Kabupaten Pamekasan. 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kebocoran parkir di Kabupaten Pamekasan disoal anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat. Kebocoran parkir itu terjadi di salah lokasi parkir yang “rajin” sumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni, di RSUD dr H. Slamet Martodirdjo. Lokasi kebocoran parkir diprediksi merembet ke tempat lain, seperti di pasar 17 Agustus dan pasar Kolpajung. 

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengutarakan, hal itu menjadi evaluasi kinerja dinas terkait. Sebab, dimungkinkan itu bakal terus terjadi jika tidak segera dicarikan solusi. 

“Ini menjadi catatan kita bersama, utamanya di dinas terkait,” katanya, Kamis (27/6)

Hosnan mengutarakan, perencanaan-perencanaan perlu dievaluasi secara cepat. Agar kebocoran parkir tidak berlarut. Solusinya, dinas terkait harus intens dalam mengawal atau melakukan pengawasan terhadap para petugas parkir. 

Bukan hanya pengawasan terhadap kinerja petugas parkir, Hosnan juga berupaya agar ada program yang lebih bagus untuk meminimalisir kebocoran parkir. Seperti memasang CCTV di daerah sekitar atau membangadakan portal parkir tambahan. Dengan begitu, bakal diketahui oknum-oknum yang bermain dalam melakukan kebocoran parkir itu. 

“Ini langkah utama agar perintah tidak akan merugi atau pihak lain yang dirugikan,” ujarnya. 

Hosnan melanjutkan, impian utama dalam menambah PAD salah satunya dari perolehan retribusi parkir. Bahkan, bisa juga ditafsir bahwa potensi parkir adalah penyumbang PAD terbanyak di Pamekasan. 

“Mari sama-sama melakukan perbaikan-perbaikan secara cepat,” ujarnya. 

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menegaskan, bentuk kerjasama antara legislatif dengan eksekutif, bahkan dengan seluruh masyarakat perlu ditingkatkan. Sehingga, ketika terjadi permasalahan bakal bisa teratasi dengan baik. 

Sementara itu, Kasi Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ghufron mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan terhadap kebocoran parkir, yakni, dengan melakukan pengadaan portal parkir. Seperti di RSUD dr H. Slamet Martodirdjo. Terbukti, pada saat dilakukan pengadaan portal, pendapatan retribusi parkir di lokasi itu jauh meningkat dari sebelumnya.

“Sebelumnya Rp500 Ribu setiap harinya, pada dikasi portal sudah mencapai sekitar Rp2 Juta,” Paparnya. 

Ghufron melanjutkan, saat ini ada dua pasar, yakni pasar 17 Agustus dan pasar Kolpajung yang berpotensi terjadi kecoboran parkir. Akan tetapi, pihaknya sudah merencanakan untuk melakukan pembangunan atau pengadaan portal parkir.

“Dalam waktu dekat ini akan kami upayakan,” ujarnya. 

Ghufron melanjutkan, akan berupaya melakukan pengawasan-pengawasan terhadap penjaga parkir di setiap tempat. Bahkan, hal itu akan dilakukan secara intens. Bahkan, di setiap tempat bakal dilakukan pengawasan keliling. 

Ghufron berharap, semoga parkir menjadi penghasilan atau penyumbang PAD terbanyak, dengan begitu pemerintah kabupaten (pemkab) dapat mensupport program pembangunan lainnya yang dapat menyumbang PAD tersebut.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan,” paparnya. 

Untuk diketahui, pada tahun 2018 target PAD yang bersumber dari retribusi parkir berlangganan sebesar Rp2,66 miliar, realisasinya jauh di atas target, yakni Rp2,98 miliar Sementara target parkir khusus Rp450 juta dan realisasinya di atas Rp500 juta. (km45/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *