DPRD Respon Cepat Fenomena Alam Kalianget

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Munculnya hawa panas dan cenderung membakar dari dalam tanah di salah satu pengarangan milik warga Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep melangkah dengan cepat menangani hal itu.

Terbukti, setelah legislatif berkoordinasi dengan sejumlah pihak, langkah-langkah awal untuk mencegah warga panik dan ada korban jiwa akibat api yang muncul dari permukaan tanah sudah dilakukan.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengaku, munculnya api dari dalam tanah itu sempat menggegerkan warga, sehingga masyarakat panik. Untuk itu, pihaknya hadir untuk menjelaskan kepada masyarakat sekaligus melakukan langkah-langkah awal penanganan fenomena alam tersebut.

“Kami melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep untuk mengantisipasi, sebab kami tidak berhada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya kepada Kabar Madura.

Di sisi lain, munculnya fenomena alam itu membuat masyarakat Sumenep, khususnya warga sekitar panik. Apalagi, fenomena itu muncul saat gempa bumi yang mengakibatkan ratusan rumah dan ratusan warga menjadi warga menjadi korban.

Untuk itu, lanjut pria yang memiliki sapaan karib Uyuk tersebut, langsunv bergerak cepat dan hadir di tengah-tengah masyarakat, guna meminimalisir dan menghapus kepanikan dan menenangkan masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Makanya, kami langsung bergerak cepat membawa pihak terkiat seperti BPBD dan ESDM Sumenep,” ungkapnya.

Beberapa hari lalu, berdasarkan laporan warga, terdapat salah satu warga yang kakinya melepuh akibat terperosok ke dalam tanah yang panas dan mengeluarkan bara api tersebut.

“Kami tidak ingin menimbulkan korban baru, kami mencoba melakukan penanganan awal terkait tanah yang mengeluarkan api itu,” katanya.

Untuk itu, Senin (22/10), legislatif datang bersama pihak terkait. Salah satu langkahnya, menyiram di sejumlah titik lahan yang mengeluarkan api. Hal itulah, yang menjadi antisipasi awal.

“Penyiraman itu ke titik lokasi yang mengeluarkan api itu, untuk pendinginan sementara. Nanti akan ada tindak lanjut lagi dalam penanganan tersebut,” uingkapnya.

Langkah lanjutan tersebut, tambah politisi Partai Gerindra itu, dengan melibatkan Dinas ESDM Sumenep, supaya berkomunikasi dengan pihak terkait untuk meneliti titik tanah yang mengeluarkan api itu.

“Kami sudah minta ke ESDM terhadap munculnya fenomena alam di Kalianget Barat ini supaya mengkomunikasikan ke lembaga geologi di Bandung. Beberapa video dan tanah di sini dikirim ke Bandung untuk diteliti,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi menyampaikan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah awal dalam rangka menindak lanjuti fenomena alam tersebut.

“Langkah yang kami lakukan, kami bekerja sama dengan pihak kepolisian supaya memberi garis polisi supaya warga tidak masuk ke area sebidang tanah yang ada sejumlah titik yang panas. Masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi, di mana ada titik api muncul. Kami mencoba menyiram sejumlah titik tanah yang muncul api,” paparnya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat, supaya melaporkan jika terjadi hal-hal yang tidak diininginkan, misalnya ada korban yang kakinya melepuh akibat menginjak tanah yang mengeluarkan api tersebut.

“Semua pihak jangan panik, beraktivitas seperti biasa. Karena pada dasarnya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah awal,” pungkasnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *